"Sangat penting bagi pria untuk menyadari bahwa kelebihan lemak perut tidak hanya merupakan faktor risiko untuk penyakit jantung dan diabetes, teapi juga merupakan faktor risiko pengeroposan tulang," kata Miriam Bredella, radiolog dari Massachusetts General Hospital dan profesor di Harvard Medical School, Boston.
Jumlah pria yang mengalami kegemukan pada usia 20-an tahun mengalami mulai mengalami peningkatan. Obesitas terkait dengan penyakit kardiovaskuler, diabetes, kolesterol tinggi, asma, sleep apnea dan penyakit sendi. Meningkatnya berat badan meningkatkan risiko keropos tulang yang lebih tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil yang didapat cukup signifikan dimana peserta yang memiliki perut yang lebih buncit, kondisi tulangnya lebih cepat rapuh. Perut buncit disebabkan karena tumpukan lemak visceral atau intra-abdomen, yaitu jenis lemak yang terletak jauh di bawah jaringan otot di rongga perut.
Hal yang mempengaruhi penumpukan lemak visceral ini adalah genetika, diet yang tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik. Kelebihan lemak visceral dianggap sangat berbahaya, karena pada penelitian sebelumnya telah dikaitkan dengan peningkatan risiko untuk penyakit jantung.
Sebuah studi observasional juga telah menentukan bahwa lemak visceral yang berlebih merupakan faktor risiko osteoporosis. Para peneliti mengukur lemak perut peserta penelitian dan mempelajari dampaknya terhadap kekuatan tulang.
Temuan ini dipresentasikan pada pertemuan tahunan Radiological Society of North America (RSNA), seperti dikutip dari health.india, Kamis (29/11/2012).
(vit/vit)











































