Tak Hanya Payudara, Implan Kumis pun Kini Makin Digemari

Tak Hanya Payudara, Implan Kumis pun Kini Makin Digemari

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Jumat, 30 Nov 2012 13:02 WIB
Tak Hanya Payudara, Implan Kumis pun Kini Makin Digemari
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Kumis adalah ciri khas pria, maka banyak pria yang merasa dirinya akan terlihat lebih jantan jika berhasil memeliharanya. Tapi memelihara kumis membutuhkan waktu yang lama. Ada cara yang jauh lebih praktis, yaitu implan kumis seperti yang banyak dilakukan pria di Timur Tengah.

Di Timur Tengah, kumis yang penuh merupakan lambang maskulinitas. Alih-alih menggunakan cara lama untuk memlihara kumis, para pria di sana lebih memilih melakukan transplantasi kumis. Kini, industri perkumisan ini semakin diminati pria yang ingin terlihat jantan.

Transplantasi kumis menggunakan teknik khusus yang disebut follicular unit extraction. Caranya, ahli bedah menghilangkan gumpalan rambut dari daerah yang akan dimodifikasi, lalu menanamkan implan pada bagian antara hidung dan bibir bagian atas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasien yang umumnya berusia 30-50 tahun biasanya dapat pulang hari itu juga dan boleh mencuci mukanya. Dalam waktu 6 bulan, pasien sudah bisa melihat kumis yang lebat tumbuh di wajah tampannya. Untuk menjalani prosedur ini, pasien harus merogoh kocek 7.000 US$ atau sekitar Rp 67,2 juta dengan anestesi lokal.

"Jumlah transplantasi kumis yang telah saya lakukan dalam beberapa tahun terakhir telah mengalami kemajuan pesat. Saya telah melakukan transplantasi sebanyak 60 kali dalam sebulan pada pasien yang melakukan perjalanan ke Turki dari Timur Tengah," kata Selahattin Tulunay, ahli bedah plastik di Turki seperti dilansir Medical Daily, Jumat (30/11/2012).

Tak hanya Tulunay, seorang dokter bedah yang berpraktek di Paris bernama Pierre Bouhanna juga demikian. Selama 5 tahun terakhir, jumlah operasi tranplantasi kumis yang ia lakukan mengalami peningkatan. Kebanyakan pasiennya berasal dari Uni Emirat Arab, Iran, Lebanon dan Turki.

Di Timur Tengah, kumis yang lebat dirasa oleh beberapa orang dapat meningkatkan martabat serta membuat penampilan terlihat dewasa dan bijaksana. Kebanyakan pemimpin di Arab memang memiliki kumis, misalnya Saddam Hussein, Mohamed Morsi (Presiden Mesir), Bashar al-Assad (Presiden Suriah) dan Recep Tayyip Erdogan (Perdana Menteri Turki).

(pah/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads