Perfeksionisme Ekstrem Berbahaya Bagi Kesehatan

Perfeksionisme Ekstrem Berbahaya Bagi Kesehatan

- detikHealth
Senin, 10 Des 2012 12:30 WIB
Perfeksionisme Ekstrem Berbahaya Bagi Kesehatan
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Kerap kali dijumpai sosok orang yang berharap terlalu banyak pada dirinya sendiri maupun kepada orang lain demi kesempurnaan. Tidak perlu menjadi sosok yang menginginkan segalanya serba sempurna atau perfeksionis ekstrem, sebab perfeksionisme ekstrem tidak baik bagi kesehatan.

Demikian menurut penelitian yang dilakukan oleh Gordon Flett yang merupakan profesor psikologi dari Universitas Toronto, Kanada, seperti dikutip dari bodyandsoul, Senin (10/12/2012).

Perfeksionisme ekstrem dapat menyebabkan masalah emosional, fisik, maupun hubungan dengan orang lain. Stres tingkat tinggi, depresi, masalah gangguan makan, mudah marah, dan kecemasan menghantui orang-orang dengan perfeksionisme tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena berbahaya bagi kesehatan, maka sebaiknya kebiasaan perfeksionisme ekstrem harus dihilangkan. Bagaimana caranya? Simak lima tips berikut ini:

1. Belajar 'Memprofesionalkan dan Tidak Mempersonalisasi'

Berkonsentrasilah untuk menjadi lebih obyektif dan mencoba tumbuh dari kesalahan-kesalahan yang pernah dibuat. Berusahalah untuk menerima bahwa sebagai manusia maka diri sendiri dan orang lain memiliki ketidaksempurnaan, sehingga tidak akan mungkin menjadi sosok yang benarbenar sempurna. Karena itu jangan pernah mempersonalisasi seseorang, namun berupayalah menjadi profesional.

2. Jangan Terlalu Keras pada Diri Sendiri

Cobalah untuk bersikap tidak terlalu keras kepada diri sendiri dan tetapkanlah tujuan yang lebih realistis. Jika Anda kalah dalam suatu perlombaan pada hari ini, lomba renang misalnya, pikirkanlah apakah dampaknya luar bisa besar dalam hidup Anda? Belajarlah untuk mengganti sesuatu yang dianggap gagal dengan prestasi yang sehat.

3. Membuat Kesalahan Itu Manusiawi

Sebagai manusia, membuat beberapa kesalahan itu wajar. Ketimbang mengingat-ingat kesalahan yang sudah terjadi, lebih baik Anda berfokus pada saat sekarang ini. Jadikanlah kesalahan itu sebagai pelajaran, dan jangan lama-lama menyalahkan diri sendiri dan orang lain.

4. Mengidentifikasi Pikiran yang Tidak Sehat

Mulailah untuk mengidentifikasi pikiran-pikiran yang tidak sehat. Belajarlah untuk mengganti pemikiran negatif yang otomatis muncul dengan upaya meningkatkan kinerja pikiran. Tanyakan pada diri sendiri dengan pertanyaan seperti misalnya: Adakah alternatif atau cara yang lebih sehat untuk berpikir?

5. Menentukan Batas Waktu yang Ketat

Untuk mencapai tujuan diperlukan target dan kerangka waktu. Karena itu perlu Anda tentukan batas waktu yang ketat pada tugas-tugas yang sedang dijalankan dan minimalkanlah penundaan kerja. Misalnya jika Anda sedang mengerjakan proposal kerja, maka biarkan diri Anda menyusun data selama satu jam, dan satu jam lainnya untuk menulis proposalnya.

(/mer)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads