Menlu AS Hillary Clinton (65) dikabarkan jatuh sakit akibat terserang virus perut. Virus ini menyebabkan Hillary mengalami dehidrasi lalu jatuh pingsan sehingga kepalanya terbentur. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa benturan di kepala tersebut mengakibatkan gegar otak.
Dokter menganjurkan agar Hillary beristirahat dan menghindari banyak beraktifitas serta membatalkan semua kegiatannya untuk seminggu. Dokter sendiri belum menyebutkan secara pasti apa jenis virus yang menginfeksi istri Bill Clinton ini.
"Kalau melihat adanya dehidrasi dan sebabnya karena virus, kemungkinan penyebabnya adalah virus gastroentritis. Jenis virusnya ada bermacam-macam dan biasanya menyebabkan muntaber," kata Prof. Dr. H. Ali Sulaiman, PhD, SpPD, pakar Gastroenterologi dan Hepatologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ketika dihubungi detikHealth, Senin (17/12/2012).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dehidrasi bisa terjadi lewat muntah ataupun diare. Pada banyak kasus, infeksi virus gastroentritis tidak berakibat fatal jika segera mendapatkan penanganan. Namun jika dibiarkan begitu saja, kehilangan cairan dalam jumlah banyak dapat mengakibatkan kerusakan organ seperti ginjal dan pada akhirnya berujung pada kematian.
"Pengobatannya yang paling penting adalah memberikan cairan sesuai dengan jumlah cairan yang hilang. Sekalian dipantau perkembangannya apakah ada symptom-symton atau gejala lain yang menyertai. Pasien perlu istirahat, apalagi kalau usianya sudah tak muda," papar prof Ali.
Prof Ali menjelaskan bahwa infeksi virus gastroentritis juga sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik dan kekebalan tubuh. Kebanyakan penularannya terjadi lewat konsumsi makanan atau minuman yang tekontaminasi. Jadi, faktor kebersihan makanan sangat penting untuk mencegah infeksi virus menular ini.
Juru bicara kemlu AS, Philip Raines, menyebutkan bahwa kini kondisi Hillary telah pulih namun merencanakan akan tidak mengantor sampai pekan depan. Hillary akan bekerja di rumah saja.
(pah/vit)











































