Selasa, 18 Des 2012 16:25 WIB

Jumlah Kematian Akibat Rokok Sama dengan Korban Tsunami

- detikHealth
(Foto: thinkstock) (Foto: thinkstock)
Jakarta - 50 Persen dari perokok di seluruh dunia meninggal karena penyakit terkait rokok. Di Indonesia saja, kematian yang terjadi akibat rokok jumlahnya sama dengan jumlah korban bencana tsunami.

Berdasarkan data dunia, 50 persen perokok jangka panjang meninggal dunia bukan karena terpeleset, berkelahi atau perang, namun karena penyakit akibat rokok. Artinya probabiliti mati karena penyakit terkait rokok adalah 1 banding 2.

Di Indonesia, kematian akibat rokok angkanya mencapai 239 ribu per tahun. Ini lebih besar dibandingkan kematian ibu akibat persalinan dan nifas, yang sekarang menjadi perhatian pemerintah dan dunia.

"Angka kematiannya (akibat rokok) sangat besar. Sekarang 239 ribu per tahun, tidak ada yang mengalahkan. Kematian ibu akibat persalinan dan nifas yang sering digembar-gemborkan, itu tidak seberapa dibandingkan rokok," ujar Dr Hakim Sorimuda Pohan, SpOG dari Tobacco Control Support Center (TCSC) saat berbincang dengan detikHealth, pada acara bincang-bincang dengan media di Cali Deli Resto, Jl Warung Buncit, Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2012).

Bahkan, lanjut Dr Hakim, kematian akibat kecelakaan yang angkanya cukup besar yakni 809 orang meninggal selama H-7 dan H+7 lebaran, jumlahnya hanya 35 ribu orang per tahun. Jauh lebih kecil dibandingkan kematian akibat rokok.

"Akibat rokok ini jumlah korbannya sama dengan korban tsunami. Tsunami itu kematiannya unpreventable, tetapi itu terjadi 150 tahunan sekali. Ini tiap tahun 239 ribu," tegas Dr Hakim, yang juga merupakan mantan anggota DPR Komisi IX.

Itulah sebabnya, Dr Hakim kini sangat getol memperjuangkan aturan-aturan yang berkaitan dengan pembatasan konsumsi rokok, termasuk RPP (Rancangan Peraturan Pemerintah) tembakau.

"Kalau kita bisa menghindari kematian, bisa dicegah, barulah kita tergolong masyarakat kedokteran yang beradab," tutup pria kelahiran 3 September 1942 ini.



(mer/vit)
News Feed