Duh, Mr P Jadi Pendek Usai Pengobatan Kanker Prostat

Duh, Mr P Jadi Pendek Usai Pengobatan Kanker Prostat

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jumat, 04 Jan 2013 11:36 WIB
Duh, Mr P Jadi Pendek Usai Pengobatan Kanker Prostat
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Tampaknya memang hanya pegadaian yang bisa mengatasi masalah tanpa masalah. Sebab berbagai macam pengobatan kanker prostat sering memunculkan masalah baru bagi para lelaki, yakni membuat ukuran Mr P jadi lebih pendek dan bahkan susah ereksi.

Meski tidak banyak, Mr P atau penis yang memendek sering dikeluhkan pasien usai menjalani perawatan kanker prostat. Bukan hanya operasi, tetapi juga jenis terapi lainnya seperti radiasi serta pengobatan hormon yang juga populer di kalangan laki-laki.

Sebuah laporan di jurnal Urology menunjukkan, sekitar 3,73 persen laki-laki yang menjalani operasi kanker prostat mengalami penyusutan penis. Keluhan yang sama juga dialami oleh 2,67 persen pasien yang menjalani terapi radiasi serta androgen deprivation therapy (ADT).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untungnya tidak semua jenis terapi punya risiko memendekkan ukuran alat kelamin. Para peneliti dari Dana-Farber/Brigham and Women's Cancer Center mengatakan, tidak ditemukan kasus penis memendek pada pengobatan dengan radiasi saja tanpa dikombinasikan terapi yang lain.

"Potensi penis mengecil sudah banyak diketahui di kalangan medis. Tapi hampir tidak pernah didiskusikan dengan pasien sehingga sangat mengecewakan apabnila hal ini sampai terjadi," kata Dr Paul Nguyen yang memimpin penelitian tersebut seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (4/1/2013).

Penelitian ini memang tidak melaporkan bagaimana fungsi seksual para pasien seusai menjalani terapi. Namun sudah banyak penelitian terdahulu yang membuktikan bahwa terapi kanker prostat punya risiko memicu disfungsi ereksi pada beberapa pasien.

Operasi berupakan solusi yang paling sering dijalani para pasien kanker prostat untuk mengatasi masalahnya. DAroi 948 pasien yang diteliti, lebih dari separuh yakni 54 persen menjalani operasi sedangkan 24 persen menjalani radiasi dan terapi hormon sedangkan 22 persen hanya radiasi saja.

(up/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads