Sejak dilahirkan pada bulan Mei tahun lalu, Aaron Armstrong menghabiskan waktunya selama 14 bulan terakhir dirawat di Rumah Sakit Freeman di Newcastle. Bayi ini didiagnosis mengidap gangguan genetik langka sehingga mengalami kelainan jantung, wajah dan pertumbuhan.
Hasil pemeriksaan menemukan bahwa Aaron memiliki lubang di jantungnya. Tak hanya itu, petugas rumah sakit juga mendiagnosa adanya sindrom penghapusan kromosom 8,21 yang langka. Gangguan ini menyebabkan Aaron mungkin akan menderita kesulitan belajar dan keterlambatan dalam pertumbuhan fisiknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bayi ini menghabiskan waktunya tidur di mesin ventilator dan diberi makan melalui tabung. Untuk mendukung saluran napasnya, ia dipasangi trakeostomi. Untuk menyelamatkan nyawa dan mendukung hidupnya, bayi mungil ini sudah menjalani 9 kali operasi.
Saat berusia 6 bulan, Aaron menjalani operasi jantung terbuka selama 8 jam untuk mengganti katup jantungnya yang rusak. Kini jantungnya sudah dipasangi katup jantung mekanis dan alat pacu jantung untuk menjaga organ paling pentingnya itu bekerja dengan baik.
Alan bertekad mengumpulkan dana bagi Unit Perawatan Intensif Pediatri di Rumah Sakit Freeman sebagai ucapan terima kasih kepada para staf atas dukungan yang telah diberikan kepada anak semata wayangnya ini. Ia akan melakukan penggalangan dana berupa berlari sejauh 69 mil atau 111 km sepanjang Tembok Hadrian di Northumberland di musim semi mendatang.
(pah/)










































