Dokter: Kumis Boleh Lebat, Tapi Jangan Melebihi Garis Mulut

Kumis di Mata Dokter

Dokter: Kumis Boleh Lebat, Tapi Jangan Melebihi Garis Mulut

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Jumat, 11 Jan 2013 18:46 WIB
Dokter: Kumis Boleh Lebat, Tapi Jangan Melebihi Garis Mulut
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Kumis merupakan salah satu penanda aspek maskulin pada pria. Tapi apabila tidak dirawat dengan baik, kumis bisa menjadi sarang kuman yang berbahaya bagi kesehatan. Buat para dokter yang jelas-jelas berpengalaman di bidang medis tentu memiliki kiat-kiat tertentu dalam memelihara kumisnya.

Salah satu dokter yang memelihara kumis adalah dr Prijo Sidhipratomo. Mantan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang kini menjabat sebagai ketua Komnas Pengendalian Tembakau ini memelihara kumis yang sudah cukup lebat. Ia mengakui bahwa kumis memang boleh lebat, tapi harus tetap terawat.

"Memang kalau kumis yang terlalu panjang dan tak terawat rentan ditumbuhi bakteri dan kuman. Saya sendiri selalu menjaga agar kumis tidak melebihi batas mulut. Tujuannya biar kumis tidak mengganggu makan. Kumis kan letaknya paling dekat dengan mulut, makanan yang menempel di situ bisa menjadi sumber penyakit," terang dr Prijo kepada detikHealth, Jumat (11/1/2013).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Walau demikian, dr Prijo mengakui bahwa memelihara kumis ataupun bulu lain di wajah tidak boleh asal-asalan. Kumis yang dibiarkan tak terawat dan terlalu panjang akan menjadi rumah kuman dan bakteri. Oleh karena itu, ia menyarankan agar orang yang memelihara kumis agar rajin mencuci muka.

"Kalau ditumbuhi kuman, ya sebaiknya dicukur saja lalu diberi anitseptik. Kan memang belum ada sabun pembersih yang khusus buat kumis ataupun cambang," tutur dr Prijo.

Dokter yang sehari-harinya juga mengajar di FKUI mengaku sangat memperhatikan kebersihan kumisnya. Apalagi saat berinteraksi dengan pasien dan melakukan pemeriksaan di ruang yang steril. Maklum, dr Prijo merupakan dokter spesialis radiologi yang banyak bersinggungan dengan teknologi pencitraan seperti x-ray dan teknik radiasi untuk mengobati penyakit.

(pah/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads