Tim peneliti dari University of Colorado Cancer Centre mengungkapkan bahwa mengonsumsi biji-bijian dan makanan yang berasal dari tumbuhan dapat berpotensi mengendalikan perkembangan kanker prostat sejak stadium awal atau dengan kata lain menghentikan pertumbuhan tumor.
Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti membandingkan kondisi tikus yang diberi makan inositol hexaphosphate (IP6) atau komponen utama dari diet serat tinggi dengan tikus yang tidak diberi makan serat. Kemudian kedua kelompok tikus dipindai untuk mengetahui perkembangan kanker prostatnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal tanpa adanya energi ini, tumornya tak dapat tumbuh dengan baik. Bahkan terapi dengan IP6 disinyalir dapat memperlambat kanker prostat untuk memetabolisir glukosa.
"Sejumlah mekanisme yang mungkin digunakan oleh IP6 untuk memberikan dampak terhadap proses metabolisme ini diantaranya mengurangi jumlah protein bernama GLUT-4 yang berfungsi sebagai pengangkut glukosa," terang Dr. Komal Raina dari University of Colorado Cancer Centre seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (12/1/2013).
Studi lain dari University of California San Fransico juga mengungkapkan bahwa serat dapat berperan penting dalam mencegah kanker. Pasalnya pria yang mengonsumsi sedikitnya 28 porsi sayuran perminggunya berisiko lebih kecil terserang kanker prostat ketimbang pria yang makan kurang dari 14 porsi sayuran setiap minggunya.
Lagipula telah banyak studi yang membuktikan bahwa sayuran tertentu seperti brokoli, kubis, kembang kol, kale, sprout Brussel serta bok choy dapat menurunkan risiko kanker prostat.
(/)










































