1. Dr. Josef Mengele (1911-1979)
|
Dr. Josef Mengele (Foto: Listverse)
|
Mengele berusaha untuk mengubah warna mata kembar dengan menyuntikkan bahan kimia ke dalam bola mata. Dia juga melakukan amputasi tungkai, dan bereksperimen dengan perawatan sterilisasi dan shock pada anak perempuan. Setelah percobaan selesai, para korban biasanya dibunuh dan tubuh mereka dibedah.
2. Dr. Shiro Ishii (1892-1959)
|
Dr. Shiro Ishii (Foto: Listverse)
|
Setelah lulus sekolah kedokteran pada tahun 1922, Dr Ishii ditugaskan rumah sakit tentara pertama dan Army Medical School di Tokyo. Tapi tidak sampai tahun 1942, ia memulai eksperimen terkenal pada manusia sebagai bagian dari proyek rahasia untuk tentara Jepang. Korbannya tak terhitung banyaknya (diperkirakan puluhan ribu), yang merupakan tahanan perang China dan warga sipil.
3. Dr. Harold Shipman (1946-2004)
|
Dr. Harold Shipman (Foto: Listverse)
|
Setelah lulus dari Leeds School of Medicine, Shipman menjadi anggota British Medical Council. Di tahun 1993 ia mendirikan klinik sendiri. Kegiatan kriminalnya tidak tercium hingga 1998, ketika sesama dokter mengeluh tingginya angka kematian pasien Shipman.
Penyelidikan mengungkapkan Dr Shipman memberikan diamorfin secara overdosis hingga mematikan bagi pasien, kemudian memalsu catatan medisnya.
4. Dr. H.H. Holmes (1861-1896)
|
Dr. H.H. Holmes (Foto: Listverse)
|
Ada 27 korban Henry yang diverifikasi, meski polisi berkomentar bahwa korbannya lebih banyak lagi di ruang bawah tanah, yang telah dipotong-potong dan membusuk. Ada yang menduga korbannya lebih dari 200 orang.
5. Dr. John Bodkin Adams (1899-1983)
|
Dr. John Bodkin Adams (foto: Listverse)
|
6. Dr. Jayant Patel (lahir 1950)
|
Dr. Jayant Patel (Foto: Listverse)
|
Patel adalah seorang ahli bedah India yang berimigrasi ke Amerika Serikat. Ia terkait dengan setidaknya 87 kematian di antara 1.202 pasien yang diobati antara 2003 dan awal tahun 2005, tetapi karena telah praktik selama lebih dari 20 tahun, jumlah korban diperkirakan lebih banyak.
7. Dr. Michael Swango (lahir 1954)
|
Dr. Michael Swango (Foto: Listverse)
|
Perawat melihatnya menyuntikkan beberapa 'obat' ke pasien yang kemudian menjadi sakit aneh. Rekan kerja juga mulai menyadari bahwa setiap kali Swango menyiapkan kopi atau membawa makanan, beberapa dari mereka sakit keras tanpa penyebab yang jelas. Swango akhirnya terbukti meracuni pasien dan koleganya.
8. Dr. Marcel Petiot (1897-1946)
|
Dr. Marcel Petiot (Foto: Listverse)
|
Setelah magang, Dr Petiot berhasil menarik pasien dengan mandat palsu dan membangun reputasi yang mengesankan untuk praktiknya. Namun, rumor aborsi ilegal dan resep berlebihan obat adiktif mulai tercium di kliniknya. Kebenarannya terungkap ketika tetangga mengeluh kepada polisi ada bau busuk di sekitar klinik dan seringkali asap besar mengepul dari cerobong asapnya, yang ternyata digunakan untuk membakar manusia.
9. Dr. Linda Burfield (1867-1938)
|
Dr. Linda Burfield (Foto: Listverse)
|
Burfield mempromosikan metode konvensional dan berbahaya untuk menyembuhkan penyakit. Menurutnya tidak makan dapat menyembuhkan hampir semua penyakit, mulai dari pilek hingga kanker. Akibatnya, banyak pasiennya yang diet keras dan kekurangan unsur nutrisi dasar. Bahkan banyak dari pasiennya harus meninggal dengan kondisi kurus kering.
10. Dr. Walter Freeman (1895-1972)
|
Dr. Walter Freeman (Foto: Listverse)
|
Lobotomi merupakan prosedur yang dilakukan dengan memasukkan alat medis ke dalam rongga mata untuk memotong saraf di bagian depan otak. Metode ini tak butuh ahli bedah saraf dan bisa dilakukan di luar ruang operasi tanpa anestesi. Freeman bahkan menggunakan van pribadinya sebagai ruang operasi, yang ia sebut 'lobotomobile'. Dr. Freeman akhirnya dilarang melakukan operasi setelah kematian beberapa pasiennya karena pendarahan otak.
Halaman 2 dari 11











































