Ini Dia Cara Mudah Mengolah Sampah di Rumah Sendiri

Ini Dia Cara Mudah Mengolah Sampah di Rumah Sendiri

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Senin, 04 Feb 2013 18:05 WIB
Ini Dia Cara Mudah Mengolah Sampah di Rumah Sendiri
(Foto: thinkstock)
Jakarta - Sampah telah menjadi masalah besar terutama di kota-kota seperti Jakarta. Bahkan bencana banjir pun salah satu penyebabnya adalah sampah yang dibuang sembarangan. Padahal, dari rumah sendiri pun kita sudah bisa membantu mengolah sampah.

"Kalau untuk di tingkat rumah tangga, yang paling gampang adalah sampah itu dipilah (dipisahkan antara sampah organik, anorganik dan plastik)," ujar Hendra Aquan, dari komunitas pemerhati lingkungan Transformasi Hijau, saat ditemui disela-sela acara diskusi 'Menjadi Bagian dari Generasi yang Gemar Mengelola Sampah untuk Menjaga Bumi' di GOR Bulungan, Jl Bulungan, Jakarta, Senin (4/2/2013).

Setelah dipilah, Anda bisa menyerahkan sampah tersebut ke orang yang mengelola dan mendaur ulang sampah, atau pengumpul sampah plastik seperti Bank Sampah. Karena menurut Hendra, tidak mudah mengolah sampah plastik untuk skala rumah tangga, kecuali untuk daur ulang kreasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pendapat tersebut juga diamini oleh Gabriel Andari Kristanto, Dosen Teknik Lingkungan dari Universitas Indonesia. Menurutnya, sampah yang dipilah akan lebih menguntungkan karena sampah menjadi lebih bersih, kualitas lebih baik, serta proses pengolahan dan daur ulangnya akan menjadi lebih mudah.

"Bila sampah botol Aqua dicampur dengan popok, botolnya akan jadi kotor. Dengan memilahnya, kita akan memudahkan pemulung. Sampah menjadi lebih bersih, pemulung bisa makan lebih baik, tinggal di tempat yang lebih baik. Jadi ada rasa kemanusiaannya," tutur wanita yang akrab disapa Andari ini.

Untuk sampah organik, Hendra menyarankan untuk mendaur ulangnya menjadi kompos, yang bisa dilakukan dengan cara membuat lubang resapan biopori bila masih memiliki lahan di rumah atau dengan cara takakura, yakni mengolah kompos di dalam rumah.

Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat ke dalam tanah dengan diameter 10 cm dan kedalaman sekitar 100 cm atau tidak melebihi kedalaman air tanah.

Nantinya lubang ini diisi oleh sampah organik untuk mendorong terbentuknya biopori, yaitu pori berbentuk terowongan kecil yang dibentuk oleh aktivitas fauna tanah atau akar tanaman. Selain dapat mengolah sampah organik, lubang resapan biopori juga dapat mencegah banjir.

Sedangkan takakura dapat dilakukan di dalam rumah. Cara membuatnya, jelas Hendra, dengan memasukkan sampah organik ke dalam keranjang yang sudah dilapisi sekam. Sampah organik kemudian dicampur dengan kompos dan ditutup dengan kardus.

Sekam padi dipakai untuk menyerap bau dari sampah yang terurai. Kompos berfungsi sebagai starter, karena di dalam kompos yang sudah jadi terdapat bakteri pengurai yang dipakai sebagai starter untuk mengolah sampah-sampah baru. Sedangkan kardus digunakan untuk menjaga suhu agar tetap hangat.

Menurut Hendra, dibutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 minggu untuk membuat sampah organik menjadi kompos, tergantung kondisi sampah dan lingkungan.

"Teknologinya simpel dan bisa diaplikasikan," tutup Hendra.

(mer/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads