Implan Penis Tak Steril Meningkat, Risiko Infeksi Mencuat

Implan Penis Tak Steril Meningkat, Risiko Infeksi Mencuat

Vera Farah Bararah - detikHealth
Selasa, 05 Feb 2013 11:33 WIB
Implan Penis Tak Steril Meningkat, Risiko Infeksi Mencuat
(Foto: Thinkstock)
Jakarta - Pria kadang melakukan berbagai hal agar bisa memperpanjang alat kelaminnya. Tapi kini para ahli mulai khawatir dengan implan tak steril yang mengklaim bisa meningkatkan ukuran penis, padahal berisiko infeksi.

Ada teori yang mengatakan implan bisa menciptakan sensasi yang berbeda. Karena itu seperti menjadi tren di kalangan laki-laki untuk menggunakan implan agar ukuran penisnya bertambah. Namun sayangnya hal ini juga turut meningkatkan risiko infeksi kulit pada alat kelamin akibat benda asing.

Para dokter telah melaporkan adanya kekhawatiran akibat meningkatnya jumlah pria yang menggunakan benda-benda seperti tutup pasta gigi, tombol, dadu atau bola deodoran untuk memperpanjang 'kejantanan'nya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peneliti dari University of New South Wales di Australia menemukan fenomena beberapa kasus infeksi kulit di alat kelaminnya. Ini sebagai konsekuensi dari benda asing yang dimasukkan di bawah kulit penis.

Survei ini merupakan dasar dari penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS One. Diungkapkan sekitar 6 persen laki-laki memiliki implan dan sebagian besar dilakukan ketika berada di dalam penjara secara tidak steril.

"Implan lebih umum ditemukan pada orang yang lebih muda. Salah satunya menanamkan domino dengan membuat insisi (sayatan) menggunakan ujung bolpoin," ujar penulis utama studi Prof Basil Donovan, seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (5/2/2013).

Sementara itu dalam makalah lain yang diterbitkan di Journal of Sexual Medicine membahas tentang kondisi potongan domino yang diletakkan di bawah kulit. Ini juga menggunakan metode penyisipan.

Para peneliti memperingatkan implan ini memiliki implikasi kesehatan yang serius akibat risiko infeksi luka dan penularan virus melalui darah, serta ditambah dengan ketidaknyamanan secara fisik.

"Jelas mereka tidak memiliki akses ke pisau bedah steril, karenanya ada risiko minimal infeksi luka lokal. Mereka juga tidak memiliki akses jahit luka sehingga lebih mungkin menutup luka dengan selotip atau hal lain," ujar Prof Donovan.

Beberapa orang yang menggunakan implan ini mengklaim bisa meningkatkan kenikmatan seksual pasangan, tapi The Journal of Sexual Medicine menemukan hal ini jarang terjadi. Namun implan ini lebih cenderung menyebabkan ketidaknyamanan pada pasangan dan membuat kondom jadi kurang efektif.

(ver/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads