5 Alasan Orang Tidak Mau Sarapan

5 Alasan Orang Tidak Mau Sarapan

- detikHealth
Kamis, 14 Feb 2013 15:32 WIB
5 Alasan Orang Tidak Mau Sarapan
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta -

1. Takut BAB di jalan

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Di kalangan anak sekolah, takut ingin Buang Air Besar (BAB) di perjalanan menuju sekolah adalah salah satu alasan untuk tidak sarapan. Namun hal ini tidak perlu terjadi seandainya sarapan dilakukan sepagi mungkin, sehingga ada kesempatan untuk BAB sebelum berangkat sekolah.

"Dari 102 penelitian yang dilakukan di dunia terbukti bahwa salah satu manfaat sarapan adalah mendisiplinkan diri. Termasuk disiplin berak itu tadi. Jadi sebelum pergi berangkat, dia sudah berak," lanjut Prof Hardinsyah.

2. Bikin mengantuk

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Banyak orang mengeluhkan rasa kantuk sehabis makan. Sebenarnya bukan salah sarapannya, melainkan porsinya yang terlalu besar. Menurut dr Yustina Anie Indriati, SpGK dari Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI), sarapan yang terlalu banyak membuat sirkulasi darah terkonsentrasi di perut sehingga oksigen di otak berkurang lalu mengantuk.

"Kalau tidak sarapan, gula darah turun dan oksigen di otak berkurang, itu yang bikin ngantuk. Nah kalau sarapan berlebihan, orang awam istilahnya darah turun ke perut. Akibatnya oksigen di otak juga berkurang dan akhirnya mengantuk juga," kata dokter yang berpraktik di RS St Carolus Serpong tersebut.

3. Terburu-buru

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Alasan klasik untuk tidak sarapan adalah tidak punya waktu karena terlalu sibuk dan terburu-buru. Prof Hardinsyah menilainya sebagai tantangan, sebab salah satu manfaat sarapan memang bisa menjadi sarana untuk melatih disiplin dalam banyak hal termasuk bangun pagi.

Bahkan sarapan juga bisa dijadikan sarana untuk mendisiplinkan metabolisme tubuh. Salah satu contoh jika sarapan disiapkan dengan baik dan sepagi mungkin, seseorang bisa membiasakan diri untuk BAB sebelum mulai beraktivitas.

4. Bosan dengan menu yang itu-itu saja

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
"Sayur dan buah yang diblender itu sebenarnya membuat seratnya rusak. Tetapi tidak apa-apa, sesekali bisa untuk variasi karena pasti bosan kalau menu makannya itu-itu saja," kata dr Anie.

Bosan memang menjadi alasan bagi sebagian orang untuk tidak sarapan. Menu sarapan yang hanya seputar bubur ayam, sereal, dan nasi goreng lama-lama bikin orang tidak lagi tertarik. Butuh variasi, terlebih karena tubuh juga membutuhkan nutrisi yang beragam agar seimbang.

5. Tidak ada yang mau masak

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
"Kalau anak-anak ya itu, karena tidak ada yang menyiapkan. Ibunya tidak mau masak padahal tidak sedang sibuk bekerja misalnya," kata dr Anie.

Menurut dr Anie, kalau mau disiplin sarapan maka tidak boleh ada alasan untuk tidak menyiapkan sarapan. Kalaupun ibunya sibuk bekerja misalnya, sarapan bisa juga disiapkan oleh pembantu. Bahkan anak-anak bisa juga diajari menyiapkan sarapannya sendiri dengan menu sederhana.
Halaman 2 dari 6
Di kalangan anak sekolah, takut ingin Buang Air Besar (BAB) di perjalanan menuju sekolah adalah salah satu alasan untuk tidak sarapan. Namun hal ini tidak perlu terjadi seandainya sarapan dilakukan sepagi mungkin, sehingga ada kesempatan untuk BAB sebelum berangkat sekolah.

"Dari 102 penelitian yang dilakukan di dunia terbukti bahwa salah satu manfaat sarapan adalah mendisiplinkan diri. Termasuk disiplin berak itu tadi. Jadi sebelum pergi berangkat, dia sudah berak," lanjut Prof Hardinsyah.

Banyak orang mengeluhkan rasa kantuk sehabis makan. Sebenarnya bukan salah sarapannya, melainkan porsinya yang terlalu besar. Menurut dr Yustina Anie Indriati, SpGK dari Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI), sarapan yang terlalu banyak membuat sirkulasi darah terkonsentrasi di perut sehingga oksigen di otak berkurang lalu mengantuk.

"Kalau tidak sarapan, gula darah turun dan oksigen di otak berkurang, itu yang bikin ngantuk. Nah kalau sarapan berlebihan, orang awam istilahnya darah turun ke perut. Akibatnya oksigen di otak juga berkurang dan akhirnya mengantuk juga," kata dokter yang berpraktik di RS St Carolus Serpong tersebut.

Alasan klasik untuk tidak sarapan adalah tidak punya waktu karena terlalu sibuk dan terburu-buru. Prof Hardinsyah menilainya sebagai tantangan, sebab salah satu manfaat sarapan memang bisa menjadi sarana untuk melatih disiplin dalam banyak hal termasuk bangun pagi.

Bahkan sarapan juga bisa dijadikan sarana untuk mendisiplinkan metabolisme tubuh. Salah satu contoh jika sarapan disiapkan dengan baik dan sepagi mungkin, seseorang bisa membiasakan diri untuk BAB sebelum mulai beraktivitas.

"Sayur dan buah yang diblender itu sebenarnya membuat seratnya rusak. Tetapi tidak apa-apa, sesekali bisa untuk variasi karena pasti bosan kalau menu makannya itu-itu saja," kata dr Anie.

Bosan memang menjadi alasan bagi sebagian orang untuk tidak sarapan. Menu sarapan yang hanya seputar bubur ayam, sereal, dan nasi goreng lama-lama bikin orang tidak lagi tertarik. Butuh variasi, terlebih karena tubuh juga membutuhkan nutrisi yang beragam agar seimbang.

"Kalau anak-anak ya itu, karena tidak ada yang menyiapkan. Ibunya tidak mau masak padahal tidak sedang sibuk bekerja misalnya," kata dr Anie.

Menurut dr Anie, kalau mau disiplin sarapan maka tidak boleh ada alasan untuk tidak menyiapkan sarapan. Kalaupun ibunya sibuk bekerja misalnya, sarapan bisa juga disiapkan oleh pembantu. Bahkan anak-anak bisa juga diajari menyiapkan sarapannya sendiri dengan menu sederhana.

(up/vta)

Berita Terkait