Studi: Orang yang Tinggal di Dataran Tinggi Lebih Langsing

Studi: Orang yang Tinggal di Dataran Tinggi Lebih Langsing

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Jumat, 15 Feb 2013 08:05 WIB
Studi: Orang yang Tinggal di Dataran Tinggi Lebih Langsing
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Pola makan dan gaya hidup ternyata bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi risiko obesitas seseorang. Nyatanya sebuah studi baru mengungkapkan bahwa letak geografis, khususnya orang yang tinggal di daerah yang lebih tinggi cenderung lebih langsing daripada orang yang tinggal di dataran rendah.

Selain itu, orang yang tinggal paling dekat dengan permukaan laut 4-5 kali lebih berpeluang mengalami obesitas dibandingkan orang yang tinggal di atas permukaan laut.

Kesimpulan tersebut diperoleh setelah peneliti mengamati tingkat obesitas pada orang-orang yang tinggal di daerah dengan ketinggian berbeda-beda menggunakan berbagai kombinasi data, termasuk hasil survei telepon terhadap 422.603 orang Amerika pada tahun 2011.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

236 responden bertempat tinggal di daerah dengan ketinggian paling tinggi (sedikitnya 3.000 meter) di atas permukaan laut yaitu di Colorado. Sebagai pembanding, peneliti juga mengorek informasi dari 322.681 orang yang tinggal di daerah dengan ketinggian terendah (kurang dari 500 meter) di atas permukaan laut.

Dari situ terungkap bahwa orang dewasa yang tinggal di daerah dengan ketinggian terendah memiliki indeks massa tubuh atau BMI sebesar 26,6, sedangkan responden yang tinggal di Colorado BMI-nya hanya 24,2. Padahal menurut CDC, BMI yang sehat berkisar antara 18,5 hingga 24,9 dan skor BMI pada orang yang kelebihan berat badan bisa mencapai 30 ke atas.

Bahkan Voss dan rekan-rekannya juga menemukan adanya penurunan risiko obesitas pada seseorang dan kaitannya dengan peningkatan elevasi setiap 200 meter. "Hal ini membuktikan bahwa kaitan antara keduanya terjadi dalam jangka waktu yang panjang," kata ketua tim peneliti, Dr. Jameson Voss seperti dilansir dari nbcnews, Jumat (15/2/2013).

"Tapi bukan berarti temuan ini mendorong orang-orang agar tinggal di tempat yang lebih tinggi. Hanya saja studi ini menunjukkan bahwa elevasi memiliki keterkaitan dengan obesitas," lanjutnya.
 
Meski tak tahu penyebab pastinya, Voss dan rekan-rekannya yang berasal dari Uniformed Services University of the Health Sciences, Bethesda, Maryland menduga perbedaan elevasi itulah yang mempengaruhi kinerja hormon pendorong selera makan, hormon pertumbuhan dan seberapa banyak kalori yang dibakar oleh tubuh.

Apalagi responden yang tinggal di Colorado dilaporkan cenderung tidak merokok, memiliki pola makan yang sehat serta lebih rajin berolahraga. Kondisi ini dianggap semakin memperkuat kecilnya peluang orang yang tinggal di dataran tinggi untuk mengalami obesitas atau terus langsing.

Studi ini telah dipublikasikan dalam International Journal of Obesity.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads