Manfaat Sehat Menikah: Mengurangi Risiko Serangan Jantung & Stres

Manfaat Sehat Menikah: Mengurangi Risiko Serangan Jantung & Stres

- detikHealth
Jumat, 15 Feb 2013 12:36 WIB
Manfaat Sehat Menikah: Mengurangi Risiko Serangan Jantung & Stres
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta -

1. Mengurangi Risiko Serangan Jantung

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Makan yang baik, olahraga dan tidak merokok adalahupaya untuk menghindari serangan jantung. Tapi menurut penelitian European Journal of Preventive Cardiology, menikah juga bisa menjadi pencegah serangan jantung.

Studi tersebut menganalisa rata-rata serangan jantung, yang fatal maupun yang tidak, di antara orang yang menikah dan tidak menikah di Finlandia. Hasilnya pria dan wanita yang menikah lebih sedikit mengalami serangan jantung, atau meninggal karena penyakit itu, dibanding yang single.

2. Panjang Umur

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Menikah dengan sang pujaan hati bisa membuat panjang umur ketimbang yang tidak menikah. Berdasar penelitian Michigan State University yang dipublikasikan di Journal of Marriage and Family, pria dan wanita kulit putih yang menikah lebih panjang umur daripada pasangan yang hanya tinggal bersama. Namun peneliti tidak melihat hal serupa pada pria dan wanita Afro-Amerika.

3. Lebih Sehat Mental dan Fisik

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Hubungan jangka panjang melalui pernikahan membuat perempuan lebih sehat secara mental dan membuat laki-laki lebih sehat secara fisik. Keuntungan ini akan semakin didapat seiring waktu berlalu, demikian editorial di British Medical Journal.

Namun, penelitian dari Universitas Cardiff mengakui bahwa suatu hubungan juga bisa memiliki efek negatif. Hal itu terutama terjadi jika salah satu pihak dari pasangan itu suka bersitegang.

4. Lebih Bahagia

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Pria menikah lebih bahagia ketimbang bujangan. Demikian dilaporkan Men's Health mengutip penelitian yang dilakukan peneliti Michigan State University.

Dari survei nasional yang melibatkan ribuan pasang suami istri di Inggris didapat fakta menikah memang tidak langsung membuat seseorang lebih bahagia ketimbang melajang. Namun pasangan menikah merasakan kebahagiaan yang berlangsung lebih lama, sedangkan orang yang melajang akan merasakan kebahagiaannya menurun seiring waktu berlalu.

5. Sembuh Lebih Baik

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Pasangan yang menikah sembuh lebih baik usai menjalani operasi. Menikah bukan saja baik bagi jantung, tapi juga membuat jantung sembuh lebih baik setelah operasi. Demikian penelitian di Journal of Health and Social Behavior.

Penelitian yang digelar di universitas di Emory dan Rutgers, AS, menunjukkan bahwa orang yang menikah dan menjalani operasi jantung, tiga kali lebih mungkin untuk bertahan hidup, dibandingkan dengan pasien lajang.

6. Mengurangi Stres

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Orang yang berkomitmen untuk memiliki hubungan lebih sedikit memproduksi hormon stres kortisol ketimbang yang tidak. Demikian studi yang dilakukan University of Chicago.

"Mereka yang single dan tidak memiliki pasangam lebih responsif terhadap stres psikologis ketimbang yang sudah menikah. Secara konsisten ditemukan bukti yang menunjukkan bahwa menikah dan dukungan sosial bisa menjadi penyangga menghadapi stres," kata peneliti Dario Maestripieri dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Stress.
Halaman 2 dari 7
Makan yang baik, olahraga dan tidak merokok adalahupaya untuk menghindari serangan jantung. Tapi menurut penelitian European Journal of Preventive Cardiology, menikah juga bisa menjadi pencegah serangan jantung.

Studi tersebut menganalisa rata-rata serangan jantung, yang fatal maupun yang tidak, di antara orang yang menikah dan tidak menikah di Finlandia. Hasilnya pria dan wanita yang menikah lebih sedikit mengalami serangan jantung, atau meninggal karena penyakit itu, dibanding yang single.

Menikah dengan sang pujaan hati bisa membuat panjang umur ketimbang yang tidak menikah. Berdasar penelitian Michigan State University yang dipublikasikan di Journal of Marriage and Family, pria dan wanita kulit putih yang menikah lebih panjang umur daripada pasangan yang hanya tinggal bersama. Namun peneliti tidak melihat hal serupa pada pria dan wanita Afro-Amerika.

Hubungan jangka panjang melalui pernikahan membuat perempuan lebih sehat secara mental dan membuat laki-laki lebih sehat secara fisik. Keuntungan ini akan semakin didapat seiring waktu berlalu, demikian editorial di British Medical Journal.

Namun, penelitian dari Universitas Cardiff mengakui bahwa suatu hubungan juga bisa memiliki efek negatif. Hal itu terutama terjadi jika salah satu pihak dari pasangan itu suka bersitegang.

Pria menikah lebih bahagia ketimbang bujangan. Demikian dilaporkan Men's Health mengutip penelitian yang dilakukan peneliti Michigan State University.

Dari survei nasional yang melibatkan ribuan pasang suami istri di Inggris didapat fakta menikah memang tidak langsung membuat seseorang lebih bahagia ketimbang melajang. Namun pasangan menikah merasakan kebahagiaan yang berlangsung lebih lama, sedangkan orang yang melajang akan merasakan kebahagiaannya menurun seiring waktu berlalu.

Pasangan yang menikah sembuh lebih baik usai menjalani operasi. Menikah bukan saja baik bagi jantung, tapi juga membuat jantung sembuh lebih baik setelah operasi. Demikian penelitian di Journal of Health and Social Behavior.

Penelitian yang digelar di universitas di Emory dan Rutgers, AS, menunjukkan bahwa orang yang menikah dan menjalani operasi jantung, tiga kali lebih mungkin untuk bertahan hidup, dibandingkan dengan pasien lajang.

Orang yang berkomitmen untuk memiliki hubungan lebih sedikit memproduksi hormon stres kortisol ketimbang yang tidak. Demikian studi yang dilakukan University of Chicago.

"Mereka yang single dan tidak memiliki pasangam lebih responsif terhadap stres psikologis ketimbang yang sudah menikah. Secara konsisten ditemukan bukti yang menunjukkan bahwa menikah dan dukungan sosial bisa menjadi penyangga menghadapi stres," kata peneliti Dario Maestripieri dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Stress.

(vit/up)

Berita Terkait