Ketika sedang sakit, seseorang membutuhkan lebih banyak waktu untuk beristirahat di rumah dan melupakan urusan pekerjaan sejenak agar lekas sembuh. Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memutuskan untuk memaksakan diri bekerja atau mengambil cuti untuk beristirahat di rumah.
Berikut adalah alasan mengapa sebaiknya Anda mengambil cuti kerja ketika sedang sakit, seperti dikutip dari Every Day Health, Selasa (19/2/2013) antara lain:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu alasan mengapa Anda harus beristirahat di rumah ketika sedang sakit adalah agar rekan-rekan kerja di kantor tidak tertular oleh penyakit Anda. Penyakit yang Anda anggap ringan seperti flu, bisa menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru kantor.
Bahkan jika Anda merasa bahwa gejala penyakit belum parah, akan lebih baik jika Anda mengambil cuti sehari atau dua hari dari pekerjaan. Suatu penyakit justru mudah menular pada masa-masa awal berkembangnya penyakit, sebelum penyakit tersebut benar-benar terasa parah.
2. Kondisi Anda lebih buruk dari yang Anda pikirkan
Kebanyakan orang mengira bahwa kondisinya akan segera membaik setelah demamnya mereda, tetapi demam bukanlah suatu penyakit melainkan salah satu gejala dari penyakit tertentu. Mungkin saja kondisi Anda lebih buruk dari sekedar demam akibat flu, yang tidak boleh Anda abaikan.
Ketika demam disertai dengan gejala lain seperti diare, kelemahan, kebingungan, muntah atau gejala lain yang tidak dapat Anda kendalikan, tinggallah di rumah dan jangan memaksakan diri berangkat bekerja. Jika istirahat dan pengobatan alami rumahan tidak mampu mengatasi gejala tersebut hingga keesokan harinya, segera periksakan diri Anda ke dokter.
3. Lingkungan kantor Anda tidak 'ramah sakit'
Orang yang menganggap bahwa rasa sakitnya tidak terlalu serius, mungkin akan memaksakan diri untuk bekerja. Tetapi, Anda juga perlu mempertimbangkan dimana Anda bekerja, apakah lingkungan pekerjaan Anda kondusif dan ramah terhadap orang yang sakit.
Beberapa faktor di tempat kerja yang mungkin perlu Anda pertimbangkan sebelum memaksakan diri bekerja dalam keadaan sakit, antara lain:
- Terbatasnya akses ke kamar mandi siang hari
- Tidak memungkinkan untuk lebih sering mencuci tangan
- Tidak ada tempat sampah untuk membuang tisu bekas bersin atau menyeka hidung
- Tidak ada kotak P3K
- Pekerjaan harus berinteraksi langsung dengan publik atau dengan makanan untuk publik
- Anda harus membuat keputusan penting dalam pekerjaan, seperti ahli bedah atau pilot
- Anda bekerja di luar ruangan yang terpapas panas sepanjang hari
- Anda melakukan pekerjaan berat, seperti konstruksi
4. Obat Anda mengganggu pekerjaan Anda
Anda mungkin minum obat ketika sarapan atau makan siang dengan harapan agar segera sembuh dari sakit. Tetapi beberapa jenis obat memiliki efek samping seperti meningkatkan rasa kantuk di siang hari atau pikiran berkabut.
Jika Anda tetap memaksakan diri untuk tetap bekerja meski sedang sakit, efek samping obat tersebut dapat mengganggu kinerja Anda di kantor. Sebaliknya, jika Anda tidak mengambil obat agar tidak mengantuk selama bekerja, akan memperburuk kondisi penyakit.
(/)











































