Kamis, 21 Feb 2013 07:10 WIB

Selilitan, Istilah Awam untuk Food Impaction

- detikHealth
(Foto: thinkstock)
Kuningan - Masalah sepele yang selalu bikin orang penasaran dan tidak bisa diam kalau belum berhasil mengatasinya adalah selilitan. Serat daging yang terselip di sela-sela gigi sering dianggap malu-maluin, bahkan istilahnya awamnya yakni selilitan sering dianggap tidak elit alias kampungan.

Padahal masalah ini tidak bisa dibilang sepele, sebab selilitan yang tidak diatasi bisa memicu dampak yang lebih serius misalnya gigi berlubang. Di dunia kedokteran pun, kondisi yang sering bikin orang penasaran dan mengoreknya dengan tusuk gigi ini juga memuliki sebutan khusus yang lebih keren.

"Selilitan kalau di dunia kedokteran, kita sebut food impaction," kata drg Hari Sunarto, SpPerio (K), Ketua Ikatan Periodontologi Indonesia (IPERI) Komisariat Jakarta, dalam media gathering Pepsodent di Hotel Grage Sangkan, Kuningan, Jawa Barat, dan ditulis pada Kamis (21/2/2013).

Food impaction atau impaksi makanan terjadi ketika gigi kehilangan kontak satu sama lain sehingga renggang karena ada gap atau jarak. Penyebabnya beragam, biasanya karena salah satu gigi dicabut lalu terjadi pergeseran. Bisa juga karena beberapa gigi memanjang sehingga menjadi tidak rata.

Bisa juga karena faktor penuaan. Orang lanjut usia misalnya, giginya banyak yang renggang sehingga mudah selilitan. Penyebabnya adalah resorbsi yang terjadi sebagai efek penuaan. Resorbsi terjadi tidak hanya pada gigi, melainkan juga pada tulang yang salah satunya bisa menyebabkan osteoporosis.

Rongga di sela-sela gigi ini bisa membuat makanan mudah tersangkut atau selilitan. Jika tidak segera dibersihkan, maka selilitan akan membusuk dan menjadi media yang sangat disukai kuman penyebab gigi berlubang dan masalah kesehatan gigi lainnya.

Yang terpenting saat mengalami selilitan adalah segera membersihkan sisa makanan yang tersangkut. Bisa menggunakan tusuk gigi, tetapi lebih dianjurkan untuk menggunakan dental floss atau benang gigi karena lebih praktis dan tidak merusak jaringan penyangga gigi.


(up/vta)