Ancaman obesitas dan berbagai risiko penyakit yang menyertainya makin membayangi manusia moderen. Pemicunya adalah gaya hidup yang banyak duduk dan kurang gerak. Kalau sudah demikian, perlukah sofa dan kursi diberi label peringatan?
Bukti medis telah membuktikan bahwa terlalu banyak duduk bisa meningkatkan risiko kegemukan. Kurang gerak juga banyak dikaitkan dengan berbagai penyakit mematikan, mulai dari kanker, serangan jantung, hingga stroke dan tekanan darah tinggi.
Penelitian terbaru di Leicester University baru-baru ini menambah panjang daftar penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup yang terlalu banyak duduk. Diabetes tipe-2, yakni salah satu jenis penyakit kencing manis juga berhubungan dengan banyak duduk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Angka penyakit kronis yang dilaporkan oleh partisipan meningkat secara eksponensial dalam perbandingan dengan jumlah waktu yang dihabiskan untuk duduk," kata Emma George, salah seorang ilmuwan yang melakukan penelitian seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (4/3/2013).
Sementara itu jurnal Archives of Internal Medicine memuat hasil penelitian yang lebih mengerikan tentang gaya hidup yang banyak duduk. Menurut penelitian ini, orang yang duduk selama lebih dari 11 jam dalam sehari punya risiko 40 persen lebih tinggi untuk mengalami kematian dini dalam 3 tahun berikutnya.
Kalaupun tidak sampai meninggal, penelitian di Korea Selatan mengungkap adanya gangguan kesehatan yang disebut 'seated immobility syndrome'. Kasus pertama yang dilaporkan menimpa laki-laki 24 tahun yang duduk 80 jam berturut-turut untuk bermain video game. Akibatnya, terjadi penggumpalan darah di kakinya dan laki-laki tersebut harus menjalani operasi untuk menyelamatkan nyawanya.
Jika terlalu banyak duduk sedemikian besar risikonya, perlukah sofa dan kursi-kursi nyaman diberi label peringatan bahaya?
(up/)











































