Hati-hati, di Sinilah Operasi Plastik 'Abal-abal' Sering Terjadi

Seluk-beluk Operasi Plastik

Hati-hati, di Sinilah Operasi Plastik 'Abal-abal' Sering Terjadi

Erninta Afryani Sinulingga - detikHealth
Rabu, 06 Mar 2013 17:45 WIB
Hati-hati, di Sinilah Operasi Plastik Abal-abal Sering Terjadi
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Bila punya rencana untuk mempermak penampilan, sebaiknya berhati-hati memilih layanan operasi plastik. Salah memilih bisa berakibat fatal jika ternyata tidak ditangani oleh dokter yang benar-benar ahli dan kompeten di bidang tersebut.

Sekalipun ditangani oleh dokter, kenyataannya tidak semua dokter punya kompetensi dan wewenang untuk melakukan operasi plastik. Dokter yang tidak punya kompetensi dan wewenang untuk melakukannya, dikatakan sebagai praktik ilegal dan bisa membahayakan pasien.

Apalagi jika yang menangani bukanlah dokter. Di beberapa salon kecantikan, layanan suntik silikon bisa dilakukan oleh siapa saja. Bahannya berupa silikon cair bisa diperoleh melalui jalur ilegal, yang pastinya tidak terjamin kualitas dan keamanannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait hal itu, Dr Aditya Wardana, SpBP dari RS Cipto Mangunkusumo mengimbau untuk mempercayakan operasi plastik pada dokter spesialis bedah plastik. Baik di klinik maupun rumah sakit, operasi semacam itu hanya boleh dilakukan oleh dokter bedah yang terdaftar.

"Seluruh dokter bedah plastik yang terdaftar di Indonesia semua nama-namanya terdaftar di website Perapi (Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Indonesia). Jadi, jika ada nama diluar itu harap diwaspadai," kata Dr Aditya saat dihubungi detikHealth, seperti ditulis pada Rabu (6/3/2013).

Menurut Dr Aditya, klinik yang dikelola oleh dokter anggota Perapi terjamin keamanannya karena memiliki izin yang jelas. Berbeda tentunya dengan salon-salon kecantikan yang sering menawarkan suntik silikon yang berbahaya karena rentan kebocoran.

"Tetapi tindakan besar tetap harus dilakukan di rumah sakit, kecuali tindakan-tindakan ringan seperti bedah kecil," kata Dr Aditya.

(up/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads