Kamis, 07 Mar 2013 13:30 WIB

Jangan Pernah Tergiur Efek Amphetamine untuk Langsing

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Menggunakan amphetamine memang tidak serta merta menjadi kurus. Namun efek penggunaan amphetamine memang bisa membuat nafsu makan jadi berkurang. Tapi jangan pernah menggunakan efek samping amphetamine untuk kurus.

"Jadi kalau orang pakai itu dia tidak merasa capek, dia tidak merasa gampang lelah, otomatis tidak membutuhkan banyak asupan makan juga. Bisa juga untuk doping, efek sampingnya tadi nafsu makan jadi berkurang. Orang pakai efeknya untuk obat pelangsing," jelas Direktur Bina Keswa Kemenkes RI, dr Herbert Sidabutar.

Hal itu disampaikan dia dalam acara simposium yang bertajuk 'Perkembangan Terkini Penyalahgunaan Napza di Masyarakat Perkotaan' di Auditorium RS Jiwa Soeharto Heerdjan, Jl Prof Dr Latumenten No 1, Jakarta Barat, dan ditulis pada Kamis (7/3/2013).

Namun dia mewanti-wanti agar tidak tergiur memanfaatkan efek samping amphetamine untuk langsing. Sebab penggunaan amphetamine malah bisa membuat seseorang jadi kecanduan.

"Jika ada orang yang tubuhnya besar, wajib menggunakan pelangsing itu tidak juga. Berat badan yang tak ideal itu ada beberapa faktor, yakni faktor genetik, ketidakseimbangan asupan makanan dan juga faktor hormonal," terang dr Herbert.

Menurut dr Herbert tidak ada dokter yang akan menyarankan pasiennya untuk menekan nafsu makan dengan memanfaatkan efek amphetamine. Yang jelas akan disarankan dokter bagi mereka yang ingin langsing adalah menjaga keseimbangan antara asupan dengan aktivitas dan kalori yang dikeluarkan.

"Jadi kalau (amphetamine) untuk resep pelangsing, saya rasa yang menjual itu pasti tidak resmi," ucap dr Herbert.

Selain untuk pelangsing, ada pula yang memanfaatkan efek amphetamine sebagai penambah stamina. Zaman masih koas, dr Herbert pun mencoba khasiat efek samping amphetamine. Apakah manjur?

"Dulu waktu koas saya juga pernah pakai untuk ujian supaya jadi kreatif tapi besoknya blank," kata dia.

Psikiater Prof Dr dr H Dadang Hawari, Sp.KJ berpendapat senada. Meski amphetamine memiliki efek samping menekan nafsu makan dan membuat orang kuat melek tapi jangan lantas menjadikannya sebagai obat pelangsing atau suplemen penambah tenaga.

"Amphetamine fungsinya sebagai stimulansia, kalau dalam pelangsing untuk penunda lapar. Pastinya stimulansia sebagai perangsang. Merangsang orang untuk aktif tetap melek, tidak lapar," ucap Prof Dadang.

Menurut dia, bahaya amphetamine sama dengan bahaya narkoba lainnya. Berikut ini bahaya amphetamin (sabu-sabu, ekstasi, xtc, inex):

A. Perubahan perilaku

- Perkelahian

- Gangguan daya nilai realitas

- Gangguan dalam fungsi sosial dan pekerjaan

B. Gejala fisik

- Jantung berdebar-debar

- Pupil mata melebar

- Tekanan darah naik

- Keringat berlebihan atau rasa kedinginan

- Mual dan muntah

C. Gejala psikologik

- Agitasi psikomotor (hiperaktif, tripping)

- Rasa gembira (elation)

- Rasa harga diri meningkat (grandiosity)

- Banyak bicara

- Hilangnya hambatan seksual dan agresif

- Kewaspadaan meningkat (paranoid)

- Halusinasi

D. Gangguan delusi (waham) amphetamine

- Delusi kejaran atau paranoid

- Kecurigaan (ideas of reference)

- Agresifitas dan sikap bermusuhan

- Kecemasan dan kegelisahan

- Agitasi psikomotor

E. Gangguan putus amphetamine, yaitu bila konsumsi amphetamine dihentikan.

- Murung, sedih, tidak dapat merasa senang, keinginan bunuh diri.

- Lelah, lesu, tidak berdaya, kehilangan semangat

- Gangguan tidur

- Gangguan mimpi bertambah.

(vit/vit)