Meski Suaminya Instruktur Fitnes, Wendy Malah Kegemukan

Meski Suaminya Instruktur Fitnes, Wendy Malah Kegemukan

Erninta Afryani Sinulingga - detikHealth
Rabu, 13 Mar 2013 19:14 WIB
Meski Suaminya Instruktur Fitnes, Wendy Malah Kegemukan
Wendy (Foto: swns.com/Daily Mail)
Jakarta - Idealnya, dengan memiliki suami yang bekerja sebagai instruktur fitnes, Wendy Phillips akan memiliki tubuh yang aduhai. Namun dia malah malas berolahraga. Kemalasan bergerak ditambah hobi makan junk food membuat tubuh Wendy membengkak.

Wendy memiliki berat badan 191 kg. Dia mengaku sudah terlalu gemuk karena dalam dua dekade telah banyak makan makanan junk food.

Wendy mengakui dirinya tidak memiliki kemauan berolahraga atau diet walaupun suaminya, Sean Phillips, adalah seorang yang ahli di bidang kebugaran. "Suami saya menyarankan saya mengenai nutrisi dan olahraga, tapi saya tidak memiliki kemauan yang besar seperti dirinya. Saya sangat sensitif mengenai berat badan saya, sehingga ia tidak menekan saya," tuturnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum hamil, Wendy menggunakan pakaian berukuran 16, namun kini ia menggunakan pakaian berukuran 36. Ia menyatakan bahwa dirinya dapat langsing kembali jika melakukan operasi lambung dengan biaya sekitar 15.000 euro atau sekitar Rp 190 juta.

Ibu 3 anak yang berasal dari Barnstaple di Devon ini terancam keselamatannya jika tidak menjalani operasi bypass lambung. Namun National Helath Service (NHS) menolak klaimnya.

Pihak NHS menolak mendanainya karena Wendy tidak mau mengubah pola hidupnya. Penilakan itu membuat Wendy merasa tidak adil.

"Aku tahu aku bodoh dan sekarang aku terlalu gemuk untuk bekerja. Aku serakah dan telah makan banyak sekali sosis. Sekarang terlambat bagi saya, saya mencoba untuk diet dan berolah raga, tetapi itu menyakitkan," ucapnya seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (13/3/2013).

Wendy juga mengungkapkan bahwa dirinya bekerja dan membayar pajak selama 20 tahun. Karena itu dia mengharapkan perlakuan yang baik dari NHS.

"Jika mereka tidak membantu saya, saya akan mati. Wajib pajak melihat orang gemuk sebagai beban, tapi pecandu alkohol mendapatkan bantuan. Saya diperlakukan tidak adil," keluhnya.

"Sean kecewa, namun ia dapat menerima kalau saya tidak memiliki kemauan diet," imbuhnya.

Wendy sebenarnya merasa malu. Dia tidak bisa bekerja karena berat badannya itu. Wendy kerap berharap bisa menjalankan diet, namun dia tidak mampu mengontrol diri. Hal seperti itu juga dirasakan oleh beberapa orang dengan kondisi serupa. Menurut Wendy hal itu bukanlah kesalahannya.

Seumur hidupnya Wendy pernah sekali menjalani diet yang dilakukan sebelum ia menikah. Selanjutnya dia tak lagi menjalaninya. Sedangkan sang suami, Sean, adalah seorang instruktur kebugaran berkualitas yang pergi ke gym tiga kali seminggu dan berlari maraton.

(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads