Sabtu, 16 Mar 2013 14:00 WIB

Pasien Kanker Payudara yang Makan Yogurt, Keju atau Es Krim Cepat Sekarat

- detikHealth
(Foto: Thinkstock) (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Setelah divonis kanker, seseorang harus pintar-pintar memilih gaya hidup dan makanan yang akan dikonsumsinya. Pasalnya beberapa jenis makanan tertentu bisa jadi berisiko meningkatkan keparahan penyakitnya atau bahkan kematian. Seperti halnya yang ditemukan sebuah studi baru dari AS.

Studi ini mengungkap bahwa wanita yang mengidap kanker payudara disarankan untuk menjauhi produk susu berlemak tinggi seperti keju, yoghurt, mentega dan es krim berbagai rasa karena makanan-makanan ini meningkatkan risiko kematian si pasien.

Setelah mengamati 1.893 wanita pengidap kanker payudara, diketahui bahwa pasien yang rata-rata mengonsumsi sedikitnya satu porsi makanan produk susu berlemak tinggi perhari berisiko 49 persen lebih tinggi meninggal akibat penyakit yang diidapnya itu dibandingkan dengan pasien kanker payudara yang hanya mengonsumsi sedikit produk susu atau tidak sama sekali.

"Peningkatan risiko kematian ini masih terbilang 'rendah'. Tapi karena tak begitu sulit untuk menurunkan konsumsi produk susu berlemak tinggi, saya kira jika Anda mengidap kanker payudara maka upaya ini tentu tak sia-sia," papar ketua tim peneliti Candyce Kroenke dari Kaisar Permanente seperti dilansir huffingtonpost, Sabtu (16/3/2013).

Menurut peneliti, asupan produk susu secara total memang tidak berpengaruh terhadap kondisi wanita yang telah didiagnosis dengan kanker payudara invasif stadium 1, 2 atau 3A. Tapi jika yang dikonsumsi adalah produk susu yang mengandung lemak tinggi seperti susu murni dan berbagai produk turunan dari susu murni misalnya keju dan es krim maka perbedaannya akan terlihat nyata.

Tak hanya itu, pasien kanker payudara yang mengonsumsi satu porsi produk susu berlemak tinggi atau lebih dalam sehari juga berisiko meninggal akibat penyakit lainnya sebesar 64 persen. Apalagi pola makan berlemak tinggi telah lama dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular.

Dari situ peneliti menduga masalahnya mungkin terletak pada estrogen yang terkandung di dalam susu. Hormon ini telah lama dikenal mampu menyebabkan beberapa jenis kanker payudara. Lagipula jika dibandingkan dengan konsumsi lemak tak jenuh, tampaknya dengan adanya estrogen pada produk susu berlemak tinggi, risiko kematian pada pasien kanker payudara terlihat lebih tinggi.

Studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of the National Cancer Institute.





(vit/vit)
News Feed