Senin, 18 Mar 2013 15:30 WIB

Hati-hati, Tusuk Jari dengan Jarum Bukan untuk Mencegah Stroke

- detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Informasi merupakan hal yang sangat berguna bagi kita, apalagi jika isinya mengenai penanganan atau pencegahan terhadap hal-hal tertentu. Namun sayangnya masih saja hal ini digunakan oleh sekelompok orang untuk menyebarkan berita yang tidak benar.

Setelah marak dengan zat yang dapat memicu pengerasan otak, ada lagi berita bohong yang disebarkan mengenai pertolongan pertama pada orang berpenyakit stroke. Pesan ini pun terus berulang disebarkan dan masih banyak saja yang percaya.

Di dalam pesan tersebut dijelaskan bagaimana tindakan pertama yang harus dilakukan pada pasien stroke. Jika pasien tersebut jatuh seperti di kamar mandi atau kamar tidur, Anda diimbau untuk tidak memindahkannya ke manapun. Selanjutnya Anda dianjurkan untuk mengambil jarum dan mensterilkannya kemudian menusukkan pada jari-jari. Setelah itu, keluarkan darah korban setetes atau dua tetes.

Masih menurut pesan tersebut, jika korban mulutnya miring maka tariklah kedua daun telinganya sampai merah dan langsung tusuk bagian bawah daun telinga dg jarum steril sampai darah keluar kurang lebih 1-2 tetes. Hal ini di percaya untuk melancarkan dan membantu oksigen masuk ke dalam tubuh korban yang mengalaminya.

Dikonfirmasi mengenai berita tersebut pada Senin (18/3/2013), dr Ahmad Yanuar, SpS menepis kebenarannya. "Sejauh ini tidak ada penelitian seperti itu, tidak diketahui efektif atau tidaknya tindakan tersebut," kata dokter saraf dari Universitas Indonesia tersebut kepada detikHealth.

Hal ini juga diperkuat oleh dr Fritz Sumantri, SpS. "Yang harus digarisbawahi adalah kedokteran berangkat dari penelitian dan uji coba. Adapun cara di luar itu belum ada penelitiannya. Setidaknya keamanannya belum terjamin. Sampai saat ini ilmu kedokteran tidak mengenal cara seperti itu, sehingga kita juga tidak tahu efektivitasnya," tegasnya.

Satu-satunya tindakan yang harus segera dilakukan adalah dengan membawa ke rumahs sakit dan diberikan tindakan reperfusi pada jam-jam tercepat. "Sekitar 3-6 jam setelah kejadian, pasien harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan medis," tambah dr Ahmad.

Nah, jika Anda mendapatkan informasi mengenai hal-hal seperti ini, sebaiknya Anda bertanya pada dokter mengenai kebenarannya. Sebab jika tidak berhati-hati tindakan ini dapat menimbulkan penyakit lain atau menyebabkan pasien tidak tertolong.


(up/up)