Jumat, 22 Mar 2013 08:33 WIB

ASI Anda Sedikit? Cek Penyebabnya di Sini

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi yang diketahui memiliki banyak manfaat, seperti mempromosikan perkembangan fisik dan mental yang baik. Tetapi beberapa ibu kadang menemui masalah dalam menyusui, seperti produksi ASI yang terlalu rendah.

Sebuah studi mengevaluasi data dari ibu menyusui yang rata-rata 3 minggu setelah melahirkan. Peneliti menemukan bahwa sekitar 15 persen wanita bermasalah dengan produksi ASI yang terlalu sedikit dan tidak mencukupi kebutuhan bayinya.

Payudara harus dipompa setiap hari agar kelenjar susu aktif bekerja dan tidak menyebabkan kekeringan. Kekeringan ASI atau pasokan ASI yang rendah biasanya disebabkan karena manajemen ASI yang buruk, seperti tidak menyusui atau memompa payudara secara teratur selama hari kerja.

Kekeringan ASI tersebut juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor lain, seperti dilansir Fit Pregnancy, Jumat (22/3/2013):

1. Bayi tidak mampu menghisap ASI dengan baik, sehingga bayi mungkin tidak mampu merangsang keluarnya ASI dan menguras payudara ibu secara efektif.
2. Bayi lahir prematur akan mudah lelah ketika menghisap payudara ibu, sehingga pengeluaran ASI terhambat.
3. Gaya hidup ibu yang tidak sehat, sehingga kelenjar susu tidak mampu memproduksi ASi dalam jumlah yang memadai.
4. Kapasitas penyimpanan ASI yang sedikit. Hal ini tidak berhubungan dengan ukuran payudara ibu tetapi dengan jumlah jaringan kelenjar fungsionalnya.

Hampir 4 persen wanita mungkin memiliki masalah medis tertentu yang menyebabkan pasokan ASI-nya rendah, misalnya pernah mengalami operasi payudara, masalah pada kelenjar tiroid, gangguan hormonal, atau bahkan mengalami pendarahan berat saat melahirkan.

Selain itu, paparan pestisida mungkin juga berpengaruh pada pasokan ASI yang rendah. Sebuah studi kecil yang dilakukan pada tahun 2006 menemukan bahwa anak-anak perempuan dari ibu hamil yang tinggal di daerah pertanian terkontaminasi pestisida, memiliki kelenjar susu yang lebih sedikit dibanding anak perempuan lain yang tinggal di lingkungan sehat.

Masalah kesuburan mungkin juga berpengaruh terhadap rendahnya pasokan ASI, sebagai contoh banyak wanita dengan PCOS (polycystic ovary syndrome), yaitu suatu kondisi yang dapat menyebabkan masalah ovulasi, memiliki kelenjar susu yang kurang fungsional.

Jika Anda mencurigai bahwa pasokan ASI Anda sangat rendah, segeralah berkonsultasi dengan konsultan laktasi. Sang ahli dapat mengidentifikasi faktor risiko, mengevaluasi berapa banyak ASI yang Anda keluarkan setiap sesi menyusui dan akan membantu memompa payudara dengan tepat untuk memperbaiki drainase susu.

Konsultan laktasi mungkin akan merekomendasikan suplemen herbal, seperti fenugreek, adas, atau daun katuk untuk membantu meningkatkan pasokan ASI. Anda mungkin juga perlu mengubah diet dengan makan makanan yang lebih bergizi dan mencukupi kebutuhan sayuran hijau dan buah-buahan.

Beberapa mungkin juga merekomendasikan obat resep, seperti Domperidone, yang telah terbukti sangat aman untuk penggunaan jangka panjang pada dosis yang tepat.



(vit/vit)
News Feed