Penelitian yang dilakukan oleh Alzheimer's Society mengatakan bahwa sekitar 250.000 orang atau hampir sepertiga dari jumlah penderita demensia saat ini tinggal sendirian di rumahnya. Dari jumlah tersebut, 29 persen bertemu dengan teman atau keluarga satu kali dalam seminggu, sementara 23 persen hanya mengharapkan panggilan telepon satu kali seminggu.
"Laporan ini mengungkapkan fakta bahwa terlalu banyak orang dengan demensia, khususnya ribuan yang tinggal sendirian, benar-benar terisolasi," ujar Jeremy Hughes, pimpinan badan amal tersebut seperti dikutip dari Telegraph, Kamis (11/4/2013).
Sepertiga dari penderita demensia mengatakan bahwa mereka kehilangan teman setelah didiagnosis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian ini melibatkan lebih dari 500 orang penderita demensia dan hasilnya ditemukan bahwa hampir 62 persen dari penderita dideskripsikan mengalami kesepian. Hasil ini membuat kelompok pelayanan sosial harus lebih berusaha untuk membuat para penderita demensia ini tetap menjaga kemandiriannya, selain diperlukan juga upaya masyarakat dan keluarga untuk menghentikan para lansia ini menjadi terisolasi dan takut.
"Demensia saat ini adalah prioritas umum dan negara. Namun, kami masih melihat banyak orang dengan demensia dijauhkan dari lingkungannya. Dengan kontak sosial yang minim dan tidak teratur, ribuan orang penderita menjadi kesepian dan kurang percaya diri untuk melakukan hal-hal yang mereka sukai," lanjut Hughes.
Survei lain yang dilakukan oleh YouGov terhadap 2.000 orang mengungkapkan bahwa 35 persen orang tidak merasa nyaman atau bahkan tidak tahu bagaimana berbicara dengan penderita demensia.
The National Institute for Health and Care Excellence menyatakan bahwa mereka yang melakukan perawatan di rumah pun mengalami "sendirian di kursi sudut ruangan" ketika mereka sebenarnya mengharapkan adanya kegiatan persahabatan dan liburan yang disesuaikan dengan kesukaan mereka.
Saat ini setidaknya ada sekitar 80.000 orang dengan demensia di Inggris, mayoritas juga mengalami Alzheimer. Populasi orang lansia di Inggris yang kian meningkat mengakibatkan adanya peningkatan jumlah penderita demensia pada tahun 2028 yang diperkirakan mencapai 1.2 juta orang.
Badan amal telah menunjuk lebih dari 40 duta untuk membela hak-hak orang dengan demensia. Salah satunya adalah Arlene Phillips, seorang koreografer dan presenter TV. Dia menceritakan perjuangannya untuk merawat sang ayah yang mengalami kebingungan setelah demensia saat usia 77 tahun dan cenderung menjadi sering berjalan-jalan sendirian di jalan.
"Pada akhirnya untuk membantunya pulang, saya pastikan di dalam semua kantong jasnya ada alamat dan nomor telepon saya," ujar Phillips. Ia mengatakan bahwa dirinya akan membantu ayahnya untuk tetap di rumahnya selama mungkin, karena ini adalah pilihan ayahnya.
"Namun walaupun begitu masyarakat tetap diperlukan untuk berbuat lebih banyak dan memastikan bahwa orang-orang dengan demensia memiliki dukungan dan tidak berakhir dengan menjadi tahanan di tempat mereka hidup," lanjut Phillips.
(up/up)










































