Ya, mereka semua adalah pengidap parkinson. Parkinson adalah penyakit unik yang masih tidak dapat didiagnosa penyebab pastinya.
"Parkinson adalah penyakit unik, baik meliputi gejala dan tanda penyakit yang sangat bervariasi antar pasien," ungkap dr Diatri Nari Lastri, SpS(K). Hal ini dikatakannya dalam diskusi untuk memeringati Hari Parkinson Sedunia tepat hari ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dr Diatri menjelaskan bahwa sampai saat ini jumlah pengidap parkinson di dunia mencapai 4 juta jiwa. "Di dunia 4 juta, sedangkan di Amerika 1,2 juta. Untuk jumlah kunjungan di RSCM sendiri tiap bulannya ada 40-50 kunjungan dan 3-4 orang pasien baru tiap bulannya," jelasnya.
Dia pun mengatakan bahwa penyakit ini disebabkan adanya degenerasi saraf yang progresif yang disebabkan oleh kematian sel substansia nigra yang mengandung dopamin. "Dopamin adalah zat yang berperan ag sel saraf dapat berkomunikasi satu sama lain, khususnya untuk motorik," kata Diatri.
Pengidap parkinson biasanya terdiagnosis pada usia 50 tahun. "Biasanya gejala akan timbul setelah terjadi kerusakan 60 persen pada otak dan biasanya zat dopamin hanya tersisa 20 persen saja," tambahnya. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa parkinson menyerang di usia muda.
Gejala yang terlihat jelas pada pengidap parkinson adalah getaran-getaran pada salah satu bagian tubuh. Itu merupakan gejala monoton yang terjadi. Dampak lainnya yang juga membahayakan pengidap parkinson adalah bisa jatuh pingsan tiba-tiba karena tekanan darah yang mendadak rendah.
Parkinson tidak bisa disembuhkan. Oleh karena itulah penyakit ini akan memakan seumur hidup pengidapnya.
(up/up)










































