Jumat, 12 Apr 2013 12:45 WIB

Kalau Ibu Kreatif, Anak akan Gemar Bawa Bekal Sehat

- detikHealth
Anak-anak membawa bekal (Ninta/detikHealth) Anak-anak membawa bekal (Ninta/detikHealth)
Jakarta - Sejak bersekolah taman kanak-kanak anak-anak dibiasakan membawa bekal. Sayangnya, saat ini banyak orang tua yang ingin praktis dengan membekali uang jajan pada anaknya. Padahal bisa jadi jajanan yang dibeli anak tidak sehat sehingga menyebabkan sakit perut.

Untuk mencegah anak-anak sakit karena jajan sembarangan, ibu dapat menyiasatinya dengan memberikan bekal pada anak. Tetapi tidak sembarang bekal lho, karena dibutuhkan kreativitas untuk menkombinasinya.

"Boleh praktis, asal tetap bergizi. Ibu perlu mengetahui mengenai gizi seimbang. Dan harus beragam bekalnya, jangan mi lagi mi lagi atau nuget lagi nuget lagi," ujar Kepala Pusat Pomkes, dr Lily S Sulistyowati, MM.

Ia mengatakan hal tersebut dalam rangka peresmian kampanye 'Hari Bawa Bekal Nasional, Jadilah Anak Bersih, Sehat, Hebat' pada 12 April. Acara ini diselenggarakan di SDN Menteng 01 Pagi, Jl Besuki, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/4/2013).

Dr Lily mengingatkan bahwa membawa bekal tidak bisa dilakukan tiba-tiba. "Ini harus diedukasikan sejak dini. Jadi, anak-anak paham makanan yang bergizi dan sehat seperti apa. Seperti kita, suka makan sayur dan buah kan? Kalau makan tidak ada itu pasti jadi mencari-cari. Inilah yang harus diterapkan, agar anak jadi terbiasa," katanya.

Kampanye ini didukung oleh sekitar 100 anak kelas 4 sampai 6 Sekolah Dasar. Dua di antaranya adalah Adam dan Ilham.

Kedua siswa kelas 4 SD ini mengaku bahwa setiap hari membawa bekal yang disediakan ibunya. Adam dan Ilham pun menceritakan bahwa ibunya membawakannya bekal yang beragam, misalnya roti gandum degan jeruk atau nasi dengan ayam

"Jadi, ibunya juga tidak boleh bosan memberikan variasi. Ini memang tidak mudah makanya harus dibiasakan sejak dini," tambah dr Lily.

Dr Lily menyebut sampai saat ini bekal merupakan kebutuhan penting, khususnya jika anak tidak sempat sarapan. Tidak sarapan akan membuat anak tidak bisa berkonsentrasi di sekolah dan sangat berpengaruh pada prestasi anak.




(vit/vit)
News Feed