Dikutip dari ANI, Senin (15/4/2013), para ilmuwan meneliti urutan genetik H7N9 pada empat korban manusia serta sampel yang berasal dari unggas dan lingkungan dari pasar Shanghai. Dari penelitian diketahui bahwa pada isolat manusia terdapat mutasi protein yang memungkinkan pertumbuhan virus secara efisien. Bahkan virus juga memungkinkan untuk tumbuh pada suhu di saluran pernapasan atas manusia.
Menurut pakar flu burung, Yoshihiro Kawaoka, informasi genetik dalam virus diperlukan untuk memahami bagaimana virus ini berkembang. Dengan demikian dapat digunakan untuk mengembangkan vaksin pencegah infeksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kawaoka, mayoritas virus dalam studi, baik yang didapat di tubuh manusia maupun dari burung, menunjukkan mutasi pada permukaan protein hemagglutinin, yang digunakan patogen untuk mengikat sel inang. Dengan mutasi itu maka memungkinkan virus lebih mudah menginfeksi sel manusia.
Penelitian bersama yang dilakukan oleh Influenza Virus Research Center, National Institute of Infectious Diseases yang dipimpin oleh Masato Tashiro dan University of Wisconsin-Madison dan University of Tokyo yang dipimpin oleh Yoshihiro Kawaoka tersebut akan dipublikasikan dalam jurnal Eurosurveillance.
(/up)










































