Kentut sembarangan memang tidak sopan, tetapi menahan-nahan kentut juga bukan hal yang dianjurkan. Meski tidak berakibat sangat fatal, tetap ada risiko yang harus ditanggung jika gas berlebih di saluran pencernaan tidak dibebaskan.
"Secara tidak langsung tidak bahaya sebenarnya jika kentut ditahan," kata Dr Ari Fahrian Syam, SpPD-KGEH, seorang ahli penyakit dalam yang juga konsultan saluran cerna dari RS Cipto Mangunkusumo saat dihubungi detikHealth, Jumat (19/4/2013).
Meski tidak berbahaya, Dr Ari mengingatkan bahwa pada dasarnya kentut adalah kumpulan gas dari hasil metabolisme di usus yang secara alamiah akan didorong ke bawah oleh tubuh. Jika ditahan-tahan, maka otomatis akan terakumulasi dan menyebabkan rasa tidak nyaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, Dr Ari meragukan bahwa kebiasaan menahan kentut berdampak pada akumulasi bau kentut. Meski tidak ditahan-tahan hingga berakumulasi, kentut bisa saja tetap bau karena merupakan produk sisa hasil metabolisme sistem pencernaan.
"Tidak ada pengaruhnya antara akumulasi kentut dengan bau. Bau itu ada bahkan pada kentut yang tidak terakumulasi sekalipun sebagai hal yang wajar karena kentut itu hasil metabolisme sistem pencernaan, berupa gas yang mengandung sisa kotoran," jelas Dr Ari.
(up/)











































