Penyakit sapi gila atau bovine spongiform encephalopathy (BSE) adalah penyakit sistem saraf pusat yang menyerang ternak. BSE menjadi ancaman global pada tahun 1986 dan diduga bermula dari pakan ternak di Inggris yang terinfeksi. Akibatnya, jutaan sapi disembelih pada tahun 1989 untuk mencegah penularan ke manusia.
"Dengan tes darah, Anda dapat menyaring setiap donor potensial. Jika pemeriksaan menunjukkan insiden yang lebih tinggi daripada yang diperkirakan, maka mungkin Anda perlu memeriksa seluruh penduduk," kata Mantan Menteri Kesehatan Buruh, Frank Dobson seperti dilansir Daily Telegraph, Selasa (30/4/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diperkirakan satu dari 2.000 warga Inggris memiliki kemungkinan membawa bentuk penyakit sapi gila yang diam dan bisa berkembang menjadi vCJD. Penelitian tahun 2012 mengkonfirmasi bahwa prevalensi varian penyakit yang aktif 2 kali lipat lebih besar ketimbang perkiraan para ahli sebelumnya.
Penelitian terbaru memperkirakan bahwa sekitar 500 kasus berpotensi disebabkan oleh transfusi darah, sedangkan sekitar 580 kasus bisa terjadi lewat transfusi darah di masa depan. Peneliti merekomendasikan bahwa pendonor darah yang lahir setelah tahun 1996 adalah yang paling aman karena tidak memakan daging sapi yang tercemar.
Pemerintah Inggris baru-baru ini melakukan analisis penilaian risiko dan mengungkapkan bahwa donor darah yang terinfeksi dapat menyebabkan sampai 1.000 kematian akibat sapi gila. Penelitian ini dilakukan untuk mempertimbangkan cara-cara mengurangi potensi risiko tertular penyakit melalui transfusi darah.
"Tidak ada bukti yang menegaskan bahwa setiap kasus vCJD di Inggris terkait dengan transfusi darah yang diberikan setelah tahun 1999. Bahkan tidak ada kasus baru di Inggris selama lebih dari 2 tahun," ungkap juru bicara departemen kesehatan Inggris.
Penyakit sapi gila yang menyerang manusia atau vCJD adalah penyakit kerusakan otak yang mempengaruhi 1 dari setiap 1 juta orang di seluruh dunia. Gejalanya bisa muncul pada usia 60 tahun berupa kehilangan kemampuan daya ingat, perubahan perilaku dan gangguan visual.
Penyebab penyakit ini bukanlah virus ataupun bakteri, melainkan suatu protein abnormal yang disebut prion. Protein ini tidak memiliki asam nukleat sehingga kebal terhadap radiasi dan suhu tinggi. Prion mengubah protein tertentu dalam tubuh menjadi prion-prion lainnya.
Penyakit ini menggerogoti otak dan saraf, menghilangkan kemampuan tubuh mengontrol otot secara perlahan dan berakhir dengan kematian. Lama masa inkubasi bisa bertahan hingga 30 tahun, tergantung kemampuan prion mengakses protein dan kemampuan tubuh untuk melawan.
(pah/up)










































