Penyakit paru kronis bukan penyakit yang mudah disembuhkan, tetapi selalu ada cara bagi yang mau berusaha. Jika dengan obat-obatan saja tidak cukup, sebuah rumah sakit di Inggris menawarkan terapi unik yakni dengan kelas menyanyi.
Royal Brompton Hospital, sebuah rumah sakit di London memberikan layanan yang unik bagi pasien penyakit paru. Layanan berupa kelas menyanyi 'Singing For Breathing' ini diperuntukkan bagi pasien asma, bronkitis maupun penyakit paru obstruksi kronis (PPOK).
Salah seorang pesertanya adalah nenek berusia 80 tahun yang sudah 18 bulan mengalami sesak napas. Oleh dokter, ia didiagnosis mengalmai pulmpnary fibrosis yakni kondisi yang membuat paru-parunya penuh luka sehingga susah bernapas, dan celakanya susah disembuhkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Luar biasa! Banyak latihan napas dan lagunya bagus-bagus. Dan pelatihnya juga brilian," katanya seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (14/5/2013).
Dr Nicholas Hopkinson, konsultan pernapasan dari Royal Brompton Hoispital mengatakan kelas ini bermanfaat bagi sebagian orang. "Ada kemiripan antara teknik menyanyi dengan teknik yang diajarkan fisioterapis kepada orang dengan masalah pernapasan," katanya.
Menurut Dr Hopkinson, orang-orang yang kesulitan bernapas akan menyesuaikan pola pernapasannya agar bisa menarik oksigen sebanyak mungkin. Meski begitu, tanpa dampingan ahli maka cara bernapas yang tidak benar justru bisa membuat kondisinya memburuk.
Untuk mengatasinya, kelas menyanyi memasukkan juga teknik untuk menenangkan otot perut. Relaksasi di bagian tersebut membuat udara tertarik ke seluruh tubuh bagian atas dan otot yang sama akan mendorongnya ke luar lagi saat mengeluarkan napas.
Kelas ini juga membantu orang untuk mengontrol pernapasan keluarnya, sehingga penyerapan oksigen di dalam tubuh lebih maksimal. Salah satu tekniknya adalah dengan peregangan ringan untuk melepas ketegangan di sekujur tubuh.
Tidak kalah pentingnya, peserta kelas menyanyi juga diajarkan bahwa menyanyi bukan sekedar mengeluarkan seluruh tenaga di detik-detik pertama, tetapi harus bisa melewatkan udara melalui pita suara secara teratur sepanjang waktu. Dengan memanfaatkan otot-otot di sekitarnya, ditunjang dengan postur tubuh yang baik, maka akan didapat nada yang tepat.
(up/vit)











































