Sebagai salah satu jenis kanker yang mematikan bagi perempuan, kanker serviks atau kanker leher rahim harus diperhatikan. Meskipun mematikan dan tidak menular, kanker serviks tetap bisa dicegah.
Kanker serviks merupakan keganasan yang terjadi pada leher rahim (serviks) yang merupakan bagian terendah dari rahim yang menonjol ke puncak liang vagina. Dimulai dari leher rahim menuju vagina, secara bertahap berikutnya akan menyebar jika tidak diberikan pengobatan.
Penyakit ini biasa diderita perempuan berusia 30-50 tahun. Disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Di Indonesia, 1 orang perempuan meninggal karena kanker serviks.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu disampaikan dia dalam acara Peluncuran Bulan Cegah Kanker Serviks (Bucekas) 2013 yang dilaksanakan di Puskesmas Kelurahan Pondok Kelapa, Jl H. Dogol, Jakarta, Selasa (14/5/2013).
Metode IVA adalah pemeriksaan dini kanker serviks oleh dokter/bidan/perawat terlatih dengan cara mengoleskan asam asetat yang diencerkan (3%-5%) ke leher rahim untuk melihat kondisinya. Metode ini termasuk aman dan mudah.
Kajian skrining IVA ini telah dilakukan oleh Female Cancer Program Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FCP-FKUI) pada tahun 2004-2005, sementara program aplikasi IVA (pelatihan tenaga puskesmas dan kader) dilakukan oleh FCP FKUI sejak akhir tahun 2007.
(vit/vit)










































