Jolie mengatakan pengangkatan kedua payudaranya ini adalah sebuah tindakan pencegahan sebelum akhirnya ia akan benar-benar menderita kanker. Ia mengatkan tak ingin seperti ibunya yang berjuang melawan kanker.
Prosedur pengangkatan payudara tidak serta merta dilakukan dengan mudah. Tetap ada syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh pasien seperti yang diungkapkan dr Drajat Suardi, SpB(K) Onk seorang spesialis bedah dalam perbincangannya dengan detikhealth Rabu, (15/5/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya jika saat ada luka tetap dilakukan pembedahan maka penyakit ini bisa merembet ke kulit. "Jadi sebaiknya diobati dulu sampai benar-benar sembuh baru boleh melakukan pengangkatan dan diberikan terapi," tambahnya.
Pengobatan ini adalah terapi neoadjuvant atau terapi pra-operasi dengan tujuan mengecilkan tumor dan memendekkan akarnya sehingga ketika melakukan tindakan operasi di daerah tersebut sudah bebas dari tumor. Proses operasi pengangkatan payudara sendiri memakan waktu sekitar 3 jam.
Untuk biayanya memang agak sedikit mahal sekitar Rp 50-200 juta, dan itu baru implannya saja. "Biayanya saya tidak bisa memperkirakan, semua itu tergantung pada rumah sakit, dokter, dan jenis payudara buatan apa yang digunakan," kata dr Drajat.
Prevalensi tertinggi terjadinya kanker payudara di Indonesia berada pada usia 35-45 tahun. Namun, sangat disayangkan akibat perubahan pola hidup angka terjadinya kanker payudara ini bergeser turun pada usia 25-35 tahun.
Angelina Jolie saat ini berusia 37 tahun. Ia didiagnosa memiliki risiko terkena kanker payudara sebesar 87% dan 50% berisiko terkena kanker ovarium. Setelah operasi mastektomi pada kedua payudaranya, risiko tersebut menurun menjadi kurang dari 5%. Ia mengatakan keputusannya ini adalah bentuk proaktifnya dan juga tindakan untuk meminimalisir risiko itu.
(/)










































