Tim peneliti dari Duke University, North Carolina, AS menemukan bahwa pria yang suaranya lebih rendah atau dalam mempunyai penghasilan lebih tinggi, dapat mengelola organisasi yang lebih besar dan bertahan dengan pekerjaannya dalam kurun waktu yang lebih lama.
Selama ini suara pria yang dalam hanya diketahui dapat merepresentasikan maskulinitas serta meningkatkan daya tarik seks mereka di hadapan para wanita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya pria dengan suara yang lebih dalam dapat menguasai rekan-rekan mereka yang suaranya bernada tinggi sekaligus memiliki penghasilan yang lebih banyak.
"Belum pernah ada yang menyelidiki tentang hal ini sebelumnya. Nyatanya temuan kami menunjukkan bahwa efek suara yang dalam justru lebih menonjol, bahkan untuk eselon yang lebih tinggi dalam manajemen perusahaan-perusahaan di Amerika," tandas peneliti seperti dilansir Medindia, Jumat (17/5/2013).
"Namun kami masih belum memahami mekanisme yang sebenarnya tentang bagaimana suara yang dalam dapat memberikan nilai tertentu," pungkasnya.
(/)











































