Senin, 20 Mei 2013 10:31 WIB

Praktik Lebih dari 8 Jam per Hari Bisa Jadi Penyakit Bagi Dokter

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Menjadi dokter adalah panggilan, banyak yang menjalaninya dengan sepenuh hati sampai lupa istirahat. Namun, dokter disarankan tidak berpraktik lebih dari 8 jam/hari jika tak ingin kena unsocial sickness.

Meski disebut-sebut sebagai profesi yang mulia, seorang dokter rupanya juga harus tunduk pada rekomendasi ILO (International Labour Organization) khususnya terkait jam kerja. Seperti karyawan pada umumnya, jam kerja dokter pun disarankan tidak lebih dari 8 jam perhari.

"Itu sudah baku, nggak boleh melebihi kapasitasnya. Kapan dia istirahat? Kalau sudah lebih dari 8 jam, itu sudah unsocial sickness namanya. Penyakit yang tidak manusiawi," kata Dr HB Junaz, ketua umum Aliansi Praktik Dokter Mandiri Indonesia (APDMI) di sela-sela Dialog Terbuka tentang BPJS/SJSN 2014, di Gedung Stovia, Jl Abdurahman Saleh, Jakarta, dan ditulis pada Senin (20/5/2013).

Dr Junaz mengatakan, dokter juga memiliki kewajiban untuk menjalani kehidupan sosialnya dengan normal. Bekerja lebih dari 8 jam perhari menurutnya sangat tidak manusiawi. Dari 24 jam, bekerja cukup 8 jam dan sisanya adalah untuk istirahat dan bersosialisasi.

Dengan berpatokan pada jam kerja tersebut, Dr Junaz menilai idealnya seorang dokter hanya menangani 32 pasien perhari dengan perhitungan tiap pasien dilayani selama masing-masing selama 15 menit. Kenyataannya, saat ini banyak dokter yang dalam sehari bisa melayani 100-200 pasien.

Mengenai dokter-dokter yang berpraktik di banyak tempat, Dr Junaz menilai tidak ada masalah dengan jumlah tempat praktik. Ia hanya mengingatkan, kewajiban untuk menjalani aktivitas sosial dengan normal tetap harus dipenuhi dengan tetap membatasi jam kerja.

"Boleh saja praktik di berbagai tempat, terutama dokter yang nggak (praktik) mandiri. Tapi dia nggak boleh mengorbankan perilaku sosialnya, aktivitas sosialnya. Misalnya pagi di sini, malam di sini, itu sudah nggak. Banyak yang seperti itu," pungkas Dr Junaz.



(up/vit)
News Feed