ADVERTISEMENT

Kamis, 23 Mei 2013 11:26 WIB

Kaki Manusia Dihuni Oleh 80 Jenis Jamur yang Berbeda

- detikHealth
ilustrasi (Foto: Getty Images)
Jakarta - Tubuh manusia tak hanya dihuni oleh manusia saja, namun ada jutaan organisme lain yang ikut hidup di dalamnya. Misalnya berbagai jenis bakteri yang tinggal di dalam perut dan beberapa jenis jamur. Penelitian menemukan bahwa di bawah telapak kaki manusia terdapat 80 spesies jamur.

Hasil analisis genetik menemukan bahwa jamur dari genus Malassezia adalah jenis jamur yang mendominasi bagian tengah tubuh dan lengan manusia. Tumit, kuku dan sela-sela jari kaki dihuni oleh berbagai jenis jamur yang sangat bervariasi. Ketidakseimbangan populasinya dapat menyebabkan penyakit kaki atlet dan penyakit jamur lainnya.

Dalam penelitian, para ilmuwan mengambil sampel kulit dari 10 orang dewasa sehat dari 14 bagian tubuh yang berbeda. Sampel DNA yang diperoleh di dalamnya lalu dianalisis. Hasilnya, para peneliti mengisolasi lebih dari 130 varian jamur dari genus Malassezia, Penicillium dan Aspergillus.

Genus Malassezia dapat menyebabkan ketombe, sekaligus yang paling banyak ditemukan. Jamur jenis ini banyak dijumpai di bagian dalam siku, telapak tangan, alis, bagian belakang kepala, hidung dan lengan bawah. Bagian dada dan perut memiliki jamur yang paling sedikit jenisnya, sekitar 2 -10 varian yang berbeda.

Dibandingkan bagian tubuh manapun, kaki memiliki keanekaragaman jenis jamur yang paling besar. Bagian-bagian kaki yang paling subur ditumbuhi jamur adalah tumit, kuku dan sela-sela jari. Populasi terbesarnya adalah jamur Malassezia, Aspergillus, Cryptococcus, Rhodotorula dan Epicoccum.

Secara keseluruhan, tumit memiliki varian jamur yang paling beragam, yaitu sekitar 80 genus jamur. Seperti dikutip dari Fox News, Kamis (23/5/2013), peneliti menegaskan bahwa keanekaragaman jamur yang abnormal atau ketidakseimbangan populasi jamur akan menyebabkan terjadinya infeksi kuku.

Dalam laporan yang dimuat jurnal Nature, peneliti menegaskan bahwa kulit berfungsi sebagai penghalang mikroorganisme patogen untuk bisa masuk ke tubuh, tetapi juga menjadi rumah bagi banyak mikroba berbahaya. Sampai saat ini, sebagian besar upaya untuk mempelajari mikroorganisme kulit hanya berfokus pada bakteri, namun jamur belum mendapat porsi yang sama.

(pah/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT