Sering Nyeri Dada? Waspada Risiko Kanker Tenggorokan

Sering Nyeri Dada? Waspada Risiko Kanker Tenggorokan

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Senin, 27 Mei 2013 08:35 WIB
Sering Nyeri Dada? Waspada Risiko Kanker Tenggorokan
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Heartburn atau sensasi seperti terbakar di dada biasanya diderita ibu hamil, penderita maag atau pasien penyakit tertentu seperti diabetes dan tentu saja GERD atau asam refluks. Namun ternyata sebuah studi baru menemukan bahwa heartburn juga berisiko menyebabkan kanker, yaitu kanker tenggorokan dan pita suara.

"Studi-studi sebelumnya mengatakan kaitan antara gastrik refluks dan kanker kepala maupun leher simpang-siur. Tapi studi kami yang berskala besar dengan parameter yang jelas dapat memperlihatkan bahwa gastrik refluks yang dapat menyebabkan heartburn merupakan faktor risiko independen terhadap munculnya kanker tenggorokan (faring) dan pita suara (laring)," tandas peneliti Dr. Scott M. Langevin dari Brown University, Providence, R.I., AS.

Peneliti memperoleh kesimpulan itu setelah mengamati 631 pasien dari Boston yang telah ambil bagian dalam studi berbasis populasi tentang risiko kanker ini. Kemudian partisipan dibandingkan dengan 1.234 partisipan lainnya yang sehat dan tidak memiliki riwayat kanker sebelumnya dengan kelompok usia yang sama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setiap partisipan diminta mengisi beberapa kuesioner tentang riwayat kanker keluarganya berikut riwayat heartburn, kebiasaan merokok dan kebiasaan mengonsumsi alkohol dari partisipan sendiri. Peneliti juga menguji apakah ada pasien yang mengidap human papillomavirus atau HPV yang dikatakan dapat meningkatkan risiko kanker mulut.

Dari situ diketahui 468 pasien diantaranya diketahui mengidap kanker tenggorokan sedangkan 163 pasien lainnya menderita kanker pita suara.

Partisipan yang sering mengalami heartburn juga dilaporkan berisiko terkena kanker tenggorokan dan pita suara sebesar 78 persen, meski mereka bukanlah perokok atau peminum alkohol berat. Namun partisipan yang sering terkena heartburn lalu mengonsumsi antasida juga diketahui mengalami penurunan risiko kanker sebesar 41 persen.

"Artinya antasida yang dijual bebas di apotek itu dapat membantu menurunkan risiko kanker tenggorokan maupun kanker pita suara," kata Langevin seperti dilansir cbsnews, Senin (27/5/2013).

Bahkan menurut peneliti, efek antasida ini tetap konsisten bagi pasien, terlepas si pasien masih tetap merokok/minum-minum atau tidak maupun mengidap HPV oral atau tidak. Efek ini juga hanya terlihat pada antasida saja dan tidak pada obat-obatan resep lain maupun pengobatan ala rumahan.

Kendati begitu, Langevin mengaku tak tahu pasti mengapa hanya antasida yang dikaitkan dengan penurunan risiko kedua kanker ini.

"Kami menduga dengan menetralisasi pH asam lambung yang masuk ke dalam tenggorokan, antasida dapat mencegah iritasi kronis dan kerusakan sel yang pada akhirnya dapat menyebabkan kanker pada kedua organ. Namun apapun yang kami ungkapkan ini baru sebatas spekulasi sehingga masih membutuhkan lebih banyak studi lanjutan untuk memahami efek ini," pungkasnya.

Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers and Prevention.

(up/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads