Senin, 27 Mei 2013 10:30 WIB

Kuman Bakteri Lebih Banyak Hinggap di Rumah yang Pelihara Anjing

- detikHealth
ilustrasi (Foto: Getty Images) ilustrasi (Foto: Getty Images)
Jakarta - Sahabat selalu berbagi susah dan senang. Hal ini ternyata juga berlaku dalam hubungan antara manusia dengan peliharaannya. Terkadang tak hanya berbagi suka dan duka, tapi berbagi bakteri juga. Buktinya, pemilik anjing memiliki jumlah bakteri lebih banyak di sekitar rumahnya.

Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa rumah pemilik anjing lebih banyak ditempati bakteri ketimbang yang tidak memelihara anjing. Bakteri yang berkeliaran tersebut belum tentu merugikan, bahkan justru dianggap menguntungkan karena meningkatkan sistem imun.

"Kami bisa menebak apakah Anda memiliki anjing atau tidak didasarkan pada bakteri yang kami temukan pada layar televisi atau sarung bantal," kata peneliti Dr Rob Dunn, profesor biologi di North Carolina State University seperti dilansir Medical Daily, Senin (27/5/2013).

Dunn dan rekan-rekannya melakukan penelitian mengenai kuman-kuman yang hidup di berbagai perlengkapan rumah tangga. Karena dapat mempengaruhi kesehatan dengan cara yang tak terduga, para peneliti ingin mengetahui di mana saja mikroba-mikroba tinggal di sekeliling rumah.

Dalam penelitian ini, para peneliti berupaya menentukan apa jenis bakteri yang ditemukan di rumah-rumah warga. Ada 40 rumah yang diteliti. Untuk mengumpulkan sampel biologis dari permukaan benda-benda dan peralatan di rumah, peneliti menggunakan alat yang disebut steril Q-tips.

Ada 9 lokasi yang diambil sampel bakterinya, yaitu di talenan, meja dapur, rak kulkas, kursi toilet, sarung bantal, gagang pintu, layar televisi dan daun pintu. Hasilnya, ditemukan lebih dari 7.726 jenis bakteri yang bisa diidentifikasi. Rumah pemilik anjing ditemukan lebih banyak dihuni berbagai jenis bakteri.

Adapun memelihara kucing, mengasuh anak-anak, memiliki karpet dan penggunaan pestisida tidak mempengaruhi perbedaan jumlah bakteri yang ditemukan. Pada pemilik anjing, bakteri paling banyak ditemukan di layar TV dan sarung bantal.

"Kami ingin mengetahui variabel apa saja yang mempengaruhi ekosistem mikroba di rumah kita. Dan perbedaan terbesar yang kami temukan sejauh ini adalah kepemilikan anjing. Ada bakteri yang biasanya ditemukan di tanah, di mana jumlahnya 700 kali lebih banyak ditemui pada rumah yang memelihara anjing dibanding yang tanpa anjing," kata Rob Dunn.

Menurut peneliti, temuan yang dimuat jurnal Plos ONE ini tak begitu mengejutkan. Mengingat anjing sering berjalan-jalan di lapangan, berguling-guling di tanah, mengejar mobil, jadi bukan hal yang tak mungkin jika anjing lantas membawa masuk bakteri dari luar ke dalam rumah.

Walau demikian, Dunn mengatakan bahwa banyaknya bakteri yang dibawa anjing ini dapat berdampak positif pada kesehatan manusia. Beberapa penelitian telah menyimpulkan bahwa memelihara anjing saat hamil dapat mengurangi kemungkinan anak di dalam kandungan untuk mengidap alergi.



(pah/up)
News Feed