Fakta Penting yang Perlu Diketahui Tentang Virus Corona

Ancaman Baru Virus Corona

Fakta Penting yang Perlu Diketahui Tentang Virus Corona

- detikHealth
Kamis, 30 Mei 2013 17:03 WIB
Fakta Penting yang Perlu Diketahui Tentang Virus Corona
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta -

1. nCoV dapat menular secara perorangan

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
WHO belum dapat mengatakan dengan tepat bagaimana virus ini menular dari orang ke orang lain, tapi dari sejumlah kasus dapat dipastikan penularannya diduga bisa melalui batuk dan bersin atau paparan lingkungan yang telah terkontaminasi nCoV.

Kendati begitu, apakah kontak yang dapat menimbulkan riisko bagi infeksi itu bersifat kasual atau tidak belum dapat dikonfirmasi oleh WHO.

2. nCoV berasal dari Timur Tengah

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Virus ini mulai terdeteksi pada tahun 2012 di Jordan dan sejak saat itu menyebar ke beberapa negara di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi dan Qatar. Masalahnya banyak traveler yang 'tak sengaja' membawa infeksi tersebut ke negara asalnya, seperti Tunisia, Prancis, Jerman dan Inggris.

Fakta ini diperkuat dengan sedikitnya kasus penularan infeksi pada individu-individu yang tidak berkunjung ke Timur Tengah tapi berinteraksi dengan traveler yang sakit sepulangnya mereka dari kawasan tersebut.

3. Gejalanya didominasi gangguan pernapasan

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Gejala infeksi akibat nCoV diantaranya gangguan pernapasan serius disertai dengan demam, batuk dan sesak napas. Bahkan sejumlah pasien juga memperlihatkan kasus pneumonia atau gagal ginjal hingga diare akibat infeksi baru ini.

Bisa jadi orang-orang yang mengalami gangguan semacam itu juga rentan terhadap infeksi nCoV, meski gejalanya mungkin berbeda dari kasus nCoV pada umumnya.

4. Belum ada pelarangan travelling terkait nCoV

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
WHO belum membuat pelarangan atau pembatasan travelling maupun perdagangan ke negara-negara di mana dilaporkan kasus infeksi nCoV muncul.

5. Infeksi nCoV tak semenular SARS

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
WHO mengatakan jika SARS merupakan saudara jauh dari nCoV. Namun sebagai bagian dari famili virus yang sama, kedua infeksi yang mereka sebabkan dapat mengakibatkan gejala-gejala yang parah, meski SARS hanya ditandai dengan nyeri otot dan meriang. Bedanya, nCoV tidak menular dari satu orang ke orang lain dengan mudah seperti halnya SARS.
Halaman 2 dari 6
WHO belum dapat mengatakan dengan tepat bagaimana virus ini menular dari orang ke orang lain, tapi dari sejumlah kasus dapat dipastikan penularannya diduga bisa melalui batuk dan bersin atau paparan lingkungan yang telah terkontaminasi nCoV.

Kendati begitu, apakah kontak yang dapat menimbulkan riisko bagi infeksi itu bersifat kasual atau tidak belum dapat dikonfirmasi oleh WHO.

Virus ini mulai terdeteksi pada tahun 2012 di Jordan dan sejak saat itu menyebar ke beberapa negara di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi dan Qatar. Masalahnya banyak traveler yang 'tak sengaja' membawa infeksi tersebut ke negara asalnya, seperti Tunisia, Prancis, Jerman dan Inggris.

Fakta ini diperkuat dengan sedikitnya kasus penularan infeksi pada individu-individu yang tidak berkunjung ke Timur Tengah tapi berinteraksi dengan traveler yang sakit sepulangnya mereka dari kawasan tersebut.

Gejala infeksi akibat nCoV diantaranya gangguan pernapasan serius disertai dengan demam, batuk dan sesak napas. Bahkan sejumlah pasien juga memperlihatkan kasus pneumonia atau gagal ginjal hingga diare akibat infeksi baru ini.

Bisa jadi orang-orang yang mengalami gangguan semacam itu juga rentan terhadap infeksi nCoV, meski gejalanya mungkin berbeda dari kasus nCoV pada umumnya.

WHO belum membuat pelarangan atau pembatasan travelling maupun perdagangan ke negara-negara di mana dilaporkan kasus infeksi nCoV muncul.

WHO mengatakan jika SARS merupakan saudara jauh dari nCoV. Namun sebagai bagian dari famili virus yang sama, kedua infeksi yang mereka sebabkan dapat mengakibatkan gejala-gejala yang parah, meski SARS hanya ditandai dengan nyeri otot dan meriang. Bedanya, nCoV tidak menular dari satu orang ke orang lain dengan mudah seperti halnya SARS.

(up/up)

Berita Terkait