Bahkan peneliti mengatakan pria yang mengenakan kostum berwarna merah bisa jadi tengah mengirimkan sinyal 'tak langsung' terkait daya saing mereka kepada lawan-lawannya. Hal ini akan dikemukakan peneliti dalam jurnal Psychological Science, demikian dikutip dari health24.com, Rabu (5/6/2013).
"Studi ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang istimewa terkait warna merah dalam sebuah kompetisi, dan hal itu berkaitan dengan sistem biologi kita," tandas ketua tim peneliti Daniel Farrelly, seorang mahasiswa jurusan psikologi dari University of Sunderland, Inggris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti mendasarkan temuannya itu pada percobaan terhadap 73 pria yang diminta menyelesaikan sebuah tugas yang bersifat kompetitif. Setiap partisipan juga diminta memilih antara simbol berwarna merah atau biru sebagai representasi diri mereka dalam kompetisi tersebut. Partisipan juga menjawab sejumlah kuesioner untuk membantu menentukan mengapa mereka memilih warna tersebut.
Tak lupa peneliti mengambil sampel air liur partisipan di awal dan akhir studi untuk mengukur kadar testosterone-nya.
Dari situ terkuak bahwa pria yang memilih warna merah memiliki kadar testosterone yang lebih tinggi. Bahkan pria-pria ini juga percaya bahwa warna merah merepresentasikan dominasi dan agresi yang lebih besar dibandingkan pria yang memilih warna biru.
Peneliti pun mencatat meski warna yang dikenakan atlet itu tidaklah mempengaruhi performanya saat berkompetisi, beberapa studi lainnya memperlihatkan bahwa hal ini memberikan keuntungan tersendiri bagi si atlet karena mempengaruhi persepsi lawan-lawan mereka.
(/)










































