Mengapa Menguap Menular dan Berapa Lama Normalnya Mulut Terbuka?

Mengapa Menguap Menular dan Berapa Lama Normalnya Mulut Terbuka?

- detikHealth
Selasa, 11 Jun 2013 11:35 WIB
Mengapa Menguap Menular dan Berapa Lama Normalnya Mulut Terbuka?
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta -

1. Menguap bisa menular

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Sebuah studi menunjukkan, saat dipertontonkan video orang menguap maka 50 persen penonton akan ikut menguap. Bukan cuma manusia, hampir semua spesies mamalia mulai dari simpanse, baboon dan bahkan anjing juga bisa ketularan menguap.

2. Teman dekat paling rentan ketularan menguap

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Tidak sembarang orang bisa tertular saat orang di sekitarnya menguap. Menurut penelitian, kedekatan secara personal juga turut mempengaruhi. Makin akrab seseorang, makin besar risikonya untuk tertular perilaku menguap. Riset tahun 2012 menemukan bahwa makin dekat secara generik maupun emosional, makin mudah orang tersebut untuk ikut-ikutan menguap.

3. Menguap bisa jadi tanda penyakit

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Sebenarnya menguap jarang menjadi satu-satunya tanda penyakit serius. Namun perlu diwaspadai jika menguap sudah mulai berlebihan, sebab itu tandanya kurang tidur. Banyak penyakit yang berhubungan dengan kurang tidur, antara lain gangguan jantung dan pembuluh darah yang bisa memicu stroke.

4. Janin pun bisa menguap

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Tidak diketahui alasannya, namun dipastikan janin sudah bisa menguap sejak masih berada dalam kandungan. Saat mengamati berbagai foto USG (ultrasonografi) 4 dimensi, para ilmuwan mendapati gambar janin-janin tersebut membuka mulut. Dikatakan, ada perbedaan pada janin saat mulut membuka karena mengantuk dan karena alasan lain.

5. Hanya butuh 6 detik untuk menguap

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Beberapa studi menunjukkan bahwa untuk menguap, seseorang rata-rata butuh waktu sekitar 6 detik. Dalam 6 tersebut, denyut jantung meningkat secara signifikan. Studi tahun 2012 menunjukkan bahwa pola yang teramati berbeda dengan ketika seseorang hanya disuruh menarik napas dalam-dalam.
Halaman 2 dari 6
Sebuah studi menunjukkan, saat dipertontonkan video orang menguap maka 50 persen penonton akan ikut menguap. Bukan cuma manusia, hampir semua spesies mamalia mulai dari simpanse, baboon dan bahkan anjing juga bisa ketularan menguap.

Tidak sembarang orang bisa tertular saat orang di sekitarnya menguap. Menurut penelitian, kedekatan secara personal juga turut mempengaruhi. Makin akrab seseorang, makin besar risikonya untuk tertular perilaku menguap. Riset tahun 2012 menemukan bahwa makin dekat secara generik maupun emosional, makin mudah orang tersebut untuk ikut-ikutan menguap.

Sebenarnya menguap jarang menjadi satu-satunya tanda penyakit serius. Namun perlu diwaspadai jika menguap sudah mulai berlebihan, sebab itu tandanya kurang tidur. Banyak penyakit yang berhubungan dengan kurang tidur, antara lain gangguan jantung dan pembuluh darah yang bisa memicu stroke.

Tidak diketahui alasannya, namun dipastikan janin sudah bisa menguap sejak masih berada dalam kandungan. Saat mengamati berbagai foto USG (ultrasonografi) 4 dimensi, para ilmuwan mendapati gambar janin-janin tersebut membuka mulut. Dikatakan, ada perbedaan pada janin saat mulut membuka karena mengantuk dan karena alasan lain.

Beberapa studi menunjukkan bahwa untuk menguap, seseorang rata-rata butuh waktu sekitar 6 detik. Dalam 6 tersebut, denyut jantung meningkat secara signifikan. Studi tahun 2012 menunjukkan bahwa pola yang teramati berbeda dengan ketika seseorang hanya disuruh menarik napas dalam-dalam.

(up/vit)

Berita Terkait