Ini Jenis-jenis Perawat Unik yang Jarang Diketahui Awam

Ini Jenis-jenis Perawat Unik yang Jarang Diketahui Awam

- detikHealth
Rabu, 12 Jun 2013 16:20 WIB
Ini Jenis-jenis Perawat Unik yang Jarang Diketahui Awam
ilustrasi (Foto: Getty Images)
Jakarta -

1. Perawat Roller Derby

ilustrasi (Foto: Getty Images)
Roller Derby adalah permainan retro asal AS yang mirip pertandingan gulat. Pesertanya berkeliling lapangan basket menggunakan sepatu roda, beradu otot dan menjegal lawan dengan kaki atau tangan. Kompetisi yang rawan cedera memang.

Seorang perawat bernama Mama Doc sukarela mengobati keseleo, benjol dan memar peserta yang keluar dari arena. Dia juga sering menjadi tempat konsultasi para peserta, bahkan mengenai masalah pribadi yang sensitif. Dia melakukannya sepenuh hati karena putrinya sendiri ikut sebagai peserta.

2. Perawat NASCAR

ilustrasi (Foto: Getty Images)
NASCAR adalah saat salah satu olahraga profesional yang paling populer di AS. Keberadaan perawat medis jelas dibutuhkan dalam olahraga balap mobil ini. Seorang perawat bernama Kathy Vance menghabiskan menilai kondisi kesehatan pembalap setelah mengalami kecelakaan.

Namun tak jarang, dia juga mengobati penonton yang ikut terluka atau sakit. Dia sebenarnya bertugas untuk tim Daytona 500 di Florida, tapi tetap saja, jika ada orang yang datang dia akan membantu mengobati dan merawatnya.

3. Perawat Terbang

ilustrasi (Foto: Getty Images)
Perawat di LIFENET dari Omaha, AS menghabiskan waktunya meluncur di udara. Tugasnya menyelamatkan pasien dari keadaan darurat di tempat terpencil yang tak bisa dilewati transportasi darat. Salah seorang perawatnya adalah pria bernama Matt Tederman.

Matt mengaku pernah menolong seorang bocah yang terjebak dalam kawat berduri di pedesaan beberapa tahun lalu. Lehernya robek cukup parah, tapi timnya mampu mengamankan jalan nafasnya lalu dibawa ke rumah sakit terdekat. Hasilnya cukup bagus.

4. Perawat Penjara

ilustrasi (Foto: Getty Images)
Narapidana juga manusia, walaupun mereka mendekam di tahanan karena kesalahan yang pernah dilakukan sebelumnya. Di antara napi ini, ada yang mendapat hukuman seumur hidup dan terpaksa menemui ajal di balik jeruji penjara.

Tonia Faust adalah koordinator program perawatan di lapas dengan penjagaan maksimum di Louisiana. Tugasnya memberikan perawatan dan kenyamanan emosional kepada narapidana di hari-hari terakhir hidupnya. Dia mengaku tak peduli masa lalu pasiennya, hanya berupaya menolong dan memberikan pelayanan.

5. Perawat Anak Kecanduan Obat

ilustrasi (Foto: Getty Images)
Seorang perawat bernama Peggy Arvin bekerja sebagai konsultan di Kentucky, AS. Tugasnya adalah membantu mengidentifikasi efek fisik dan psikologis penyalahgunaan narkoba pada korban anak-anak, lalu memberikan terapi dan pendampingan.

Ketika ada lonjakan peredaran metamfetamin di daerah pegunungan Appalachia, tiba-tiba banyak anak-anak yang ikut mencandu narkoba atau menjadi korban kekerasan orang tuanya yang pecandu. Arvin menciptakan sebuah protokol bagi petugas kesejahteraan anak saat menghadapi kasus-kasus seperti ini.

6. Perawat Kaum Transgender

ilustrasi (Foto: Getty Images)
Anggota komunitas LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) sering menghadapi hambatan dalam memperoleh perawatan kesehatan. Profesional kesehatan tidak memahami kebutuhan mereka atau mungkin bersikap diskriminatif.

Di situlah seorang perawat bernama Nathan Levitt ambil bagian. Di kantornya, Callen Lorde Community Health Center di New York, Levitt tak hanya memberi pelayanan, tapi juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan profesional kesehatan agar menyediakan perawatan bagi pasien LGBT.
Halaman 2 dari 7
Roller Derby adalah permainan retro asal AS yang mirip pertandingan gulat. Pesertanya berkeliling lapangan basket menggunakan sepatu roda, beradu otot dan menjegal lawan dengan kaki atau tangan. Kompetisi yang rawan cedera memang.

Seorang perawat bernama Mama Doc sukarela mengobati keseleo, benjol dan memar peserta yang keluar dari arena. Dia juga sering menjadi tempat konsultasi para peserta, bahkan mengenai masalah pribadi yang sensitif. Dia melakukannya sepenuh hati karena putrinya sendiri ikut sebagai peserta.

NASCAR adalah saat salah satu olahraga profesional yang paling populer di AS. Keberadaan perawat medis jelas dibutuhkan dalam olahraga balap mobil ini. Seorang perawat bernama Kathy Vance menghabiskan menilai kondisi kesehatan pembalap setelah mengalami kecelakaan.

Namun tak jarang, dia juga mengobati penonton yang ikut terluka atau sakit. Dia sebenarnya bertugas untuk tim Daytona 500 di Florida, tapi tetap saja, jika ada orang yang datang dia akan membantu mengobati dan merawatnya.

Perawat di LIFENET dari Omaha, AS menghabiskan waktunya meluncur di udara. Tugasnya menyelamatkan pasien dari keadaan darurat di tempat terpencil yang tak bisa dilewati transportasi darat. Salah seorang perawatnya adalah pria bernama Matt Tederman.

Matt mengaku pernah menolong seorang bocah yang terjebak dalam kawat berduri di pedesaan beberapa tahun lalu. Lehernya robek cukup parah, tapi timnya mampu mengamankan jalan nafasnya lalu dibawa ke rumah sakit terdekat. Hasilnya cukup bagus.

Narapidana juga manusia, walaupun mereka mendekam di tahanan karena kesalahan yang pernah dilakukan sebelumnya. Di antara napi ini, ada yang mendapat hukuman seumur hidup dan terpaksa menemui ajal di balik jeruji penjara.

Tonia Faust adalah koordinator program perawatan di lapas dengan penjagaan maksimum di Louisiana. Tugasnya memberikan perawatan dan kenyamanan emosional kepada narapidana di hari-hari terakhir hidupnya. Dia mengaku tak peduli masa lalu pasiennya, hanya berupaya menolong dan memberikan pelayanan.

Seorang perawat bernama Peggy Arvin bekerja sebagai konsultan di Kentucky, AS. Tugasnya adalah membantu mengidentifikasi efek fisik dan psikologis penyalahgunaan narkoba pada korban anak-anak, lalu memberikan terapi dan pendampingan.

Ketika ada lonjakan peredaran metamfetamin di daerah pegunungan Appalachia, tiba-tiba banyak anak-anak yang ikut mencandu narkoba atau menjadi korban kekerasan orang tuanya yang pecandu. Arvin menciptakan sebuah protokol bagi petugas kesejahteraan anak saat menghadapi kasus-kasus seperti ini.

Anggota komunitas LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) sering menghadapi hambatan dalam memperoleh perawatan kesehatan. Profesional kesehatan tidak memahami kebutuhan mereka atau mungkin bersikap diskriminatif.

Di situlah seorang perawat bernama Nathan Levitt ambil bagian. Di kantornya, Callen Lorde Community Health Center di New York, Levitt tak hanya memberi pelayanan, tapi juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan profesional kesehatan agar menyediakan perawatan bagi pasien LGBT.

(pah/vta)

Berita Terkait