Jumat, 14 Jun 2013 10:27 WIB

Aneka Terapi Penggantian Nikotin Bagi Mereka yang Kecanduan Merokok

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Merokok bisa mengakibatkan kecanduan antara lain karena nikotin yang terkandung di dalamnya. Pada saat kadar nikotin dalam tubuh menurun, perokok cenderung ingin merokok kembali. Untuk mengatasinya terapi penggantian nikotin bisa dilakukan.

Ketagihan nikotin dalam rokok sama halnya dengan ketagihan heroin ataupun kokain. Meskipun konon nikotin pada rokok mengandung lebih banyak zat adiktif ketimbang heroin atau kokain.

Untuk mengatasi kecanduan nikotin, bisa dilakukan terapi penggantian nikotin dengan menggunakan produk berkadar nikotin rendah namun tanpa toksin yang biasa terdapat dalam rokok. Nah, berikut ini aneka terapi penggantian nikotin, seperti dikutip dari Boldsky, Jumat (14/6/2013):

1. Permen Karet Nikotin

Permen karet nikotin adalah salah satu terapi pengganti nikotin termudah. Zat nikotin dipasok ke tubuh dalam bentuk permen karet. Permen dikunyah secara perlahan-lahan sampai nikotin yang terkandung di dalamnya terlepas.

Jaga permen di pipi bagian dalam untuk memungkinkan penyerapan nikotin ke dalam aliran darah. Secara bertahap pasien harus mengurangi jumlah permen setiap harinya sampai akhirnya berhenti sama sekali.

2. Koyo Nikotin

Koyo nikoton merupakan salah satu terapi pengganti rokok. Seperti koyo yang dikenal selama ini, koyo nikotin berbentuk lembaran yang ditempel pada kulit untuk memberikan pengaruh nikotin tanpa merokok.

Koyo ini biasanya dipasang di lengan dan bisa mengurangi gejala-gejala seperti sakit kepala dan mual bagi mereka yang ingin berhenti merokok. Koyo ini memiliki dosis nikotin lebih rendah daripada rokok dan tanpa bahan kimia ekstra lainnya.

Koyo yang berbeda mengandung nikotin dengan kekuatan yang berbeda pula. Secara bertahap kekuatan nikotin ini akan dikurangi dari waktu ke waktu hingga berhenti sepenuhnya. Kelemahan koyo ini antara lain dapat menyebabkan iritasi kulit.

3. Nikotin Inhaler

Nikotin inhaler menyerupai penggunaan rokok itu sendiri, sehingga akan membantu jika Anda kehilangan gerakan tangan ke mulut seperti orang yang sedang merokok.
Inhaler ini terbuat dari bahan pastik dengan catridge kecil yang mengandung nikotin.

Alat ini akan melepaskan nikotin ke dalam mulut dan tenggorokan, tidak sampai ke paru-paru. Selanjutnya nikotin diserap melalui membran mukosa.

Inhaler ini diperoleh dengan resep. Secara bertahap selama beberapa pekan, kandungan nikotin dalam inhaler akan dikurangi. Efek samping penggunaan inhaler ini adalah iritasi mulut dan tenggorokan, serta batuk.

4. Tablet Nikotin

Tablet nikotin ini tidak ditelan seperti minum obat tablet kebanyakan. Pasien yang mengonsumsi tablet nikotin harus menjaga tablet ini tetap berada di bawah lidah.

Dengan tablet nikotin, nikotin akan diserap melalui mulut ke dalam aliran darah. Tablet nikotin mudah digunakan dan nyaman bagi pasien.

5. Semprotan Nikotin

Dengan bentuk semprotan, nikotin akan lebih mudah diserap dalam aliran darah. Cara penggunaan semprotan nikotin adalah dengan menyemprotkan ke hidung dan mulut. Terapi ini akan membantu mengatasi kecanduan dan gejala putus zat. Efek samping yang mungkin terjadi adalah iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, serta mata berair.



(vit/mer)