Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa menjadi relawan atau aktif membantu di kelompok sosial bisa meningkatkan kualitas hidup. Pasalnya, kegiatan ini dapat membantu mengurangi tekanan darah, seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (14/6/2013).
Orang dewasa yang melakukan setidaknya 200 jam kerja sukarela per tahun atau setara dengan 8 jam kerja selama 25 hari, dapat mengurangi risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi sebesar 40 persen. Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama munculnya stroke dan penyakit jantung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai orang dewasa, transisi sosial seperti pensiun dan ditinggalkan anak-anak dari rumah sering membuat mereka terhambat untuk berinteraksi sosial. Berpartisipasi dalam kegiatan sukarela dapat memberikan mereka sebuah hubungan tersebut," ujar Prof Sheldon Sneed, peneliti dari Carnegie Mellon University, Pittsburgh, Pennsylvania.
Studi yang diterbitkan oleh jurnal American Psychological Association’s Psychology and Aging ini mengatakan bahwa kerja sukarela merupakan cara yang efektif untuk mencegah hipertensi tanpa menggunakan obat-obatan.
Studi ini melibatkan 1.164 responden berusia 51-91 tahun dari seluruh AS. Mereka ditanya tentang aktivitas sukarela, serta berbagai faktor sosial dan psikologis.
Pada wawancara pertama di tahun 2006, semua responden memiliki tingkat tekanan darah normal. Tetapi ketika diukur kembali pada tahun 2010, mereka yang telah melakukan 200 jam atau lebih kerja sukarela per tahunnya 40 persen lebih kecil kemungkinannya untuk terkena hipertensi.
Para peneliti mengatakan jenis kegiatan tertentu bukan faktor utama. Yang penting untuk diperhatikan adalah jumlah waktu yang dihabiskan untuk melakukan kegiatan tersebut.
"Setiap hari, kita belajar lebih banyak tentang bagaimana faktor gaya hidup negatif seperti pola makan yang buruk dan kurang olahraga meningkatkan risiko hipertensi. Kini kami ingin menentukan apakah faktor gaya hidup positif seperti kerja relawan bisa mengurangi risiko penyakit," ujar Rodlescia Sneed, seorang psikolog sekaligus pemimpin penelitian.
"Hasilnya, terbukti bahwa kegiatan sukarela ini dapat menjadi sesuatu yang orang dewasa lakukan untuk tetap sehat," lanjutnya.
(/)










































