Kakek-kakek 'Malaikat' yang Jadi Pendonor Darah Selama Puluhan Tahun

Hari Donor Darah Sedunia

Kakek-kakek 'Malaikat' yang Jadi Pendonor Darah Selama Puluhan Tahun

- detikHealth
Jumat, 14 Jun 2013 17:36 WIB
Kakek-kakek Malaikat yang Jadi Pendonor Darah Selama Puluhan Tahun
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta -

1. Al Fisher (lahir 1934)

Al Fisher (Foto: newsday)
Al Fisher merupakan salah seorang pria New York yang sampai tahun 2009 telah menyumbangkan darahnya sebanyak 320 liter. Lelaki asal dari kota Massapequa ini telah memecahkan rekornya pada Selasa 8 September 2009, setelah 58 tahun dirinya menjadi seorang pendonor darah. Al Fisher mulai menyumbangkan darahnya sejak tahun 1951 saat dirinya masih berusia 17 tahun. Fisher selalu menyumbangkan darahnya 6 kali dalam setahun.

"Saya terlalu miskin untuk bisa membantu dengan uang, jadi saya berikan saja darah saya untuk bisa membantu orang lain," ujar Fisher.

2. Maurice Wood (lahir 1926)

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Berdasarkan data petugas New York Blood Center, dua orang yang menjadi penyumbang darah terbesar di Amerika Serikat hingga tahun 2009 adalah Maurice Wood yang saat itu berusia 83 tahun dan Al Fisher.

Di tahun 2009, Wood dan Fisher tercatat sebagai pendonor darah terbesar yang telah menolong lebih dari 1.000 nyawa manusia di Amerika. Wood adalah seorang pensiunan inspektur kereta api dari St. Louis.

3. James Harrison (lahir 1936)

James Harrison (Foto: news.com.au)
Di tahun 2010, James Harrison menjadi donatur darah selama 56 tahun. Darahnya yang tergolong jenis langka telah menyelamatkam dua juta lebih nyawa bayi. Karena kebaikannya, dia dijuluki 'manusia bertangan emas' atau 'manusia dalam dua juta orang'.

Harrison telah memberikan darah tiap beberapa minggu sekali sejak ia berusia 18 tahun, dan kini total sudah 948 sumbangan darahnya. Harrison memiliki antibodi dalam plasmanya, yang menghentikan kematian bayi akibat penyakit Rhesus, yaitu salah satu penyebab penyakit hemolitik pada bayi baru lahir dan merupakan suatu bentuk anemia yang parah. Darahnya telah mengarah pada pengembangan vaksin yang disebut Anti-D.

4. Harold Mendenhall (84 tahun)

Harold Mendenhall (Foto: mypalmbeachpost)
Selama 36 tahun menjadi pendonor, lebih dari 378,5 liter darah telah Harold Mendenhall sumbangkan. Di pusat darah 'One Blood' yang terletak di Northlake Boulevard, Lake Park, Mendenhall adalah bintang. Bulan lalu, kakek 84 tahun ini mencapai prestasi langka. Sejak tahun 1977, ia telah menyumbangkan lebih dari 100 galon atau 378,5 liter darah.

Mendenhall pertama kali mendonorkan darahnya pada 7 Juli 1977, yang bila disingkat menjadi 7/7/77. Tujuh baginya adalah angka keberuntungan. Di tahun itu juga istrinya didiagnosa menderita kanker payudara, yang mendasarinya untuk bisa menolong orang lain.

5. Maurice Creswick (lahir 25 April 1926)

Maurice Creswick (Foto: looklocal)
Pada 13 November 2012, Maurice Creswick telah menyumbangkan 186,5 liter darahnya. Pria 87 tahun ini tercatat secara resmi di Guinness Book of World Records sebagai pendonor darah rutin tertua di dunia.

Creswick mengatakan mulai menyumbangkan darah pada tahun 1944, tepat ketika usianya menginjak 18 tahun. Ia mengaku terdorong menjadi pendonor setelah menyaksikan kecelakaan kendaraan pada usia 12 tahun. Sejak saat itu, ia mulai rutin menyumbangkan darahnya untuk orang lain.
Halaman 2 dari 6
Al Fisher merupakan salah seorang pria New York yang sampai tahun 2009 telah menyumbangkan darahnya sebanyak 320 liter. Lelaki asal dari kota Massapequa ini telah memecahkan rekornya pada Selasa 8 September 2009, setelah 58 tahun dirinya menjadi seorang pendonor darah. Al Fisher mulai menyumbangkan darahnya sejak tahun 1951 saat dirinya masih berusia 17 tahun. Fisher selalu menyumbangkan darahnya 6 kali dalam setahun.

"Saya terlalu miskin untuk bisa membantu dengan uang, jadi saya berikan saja darah saya untuk bisa membantu orang lain," ujar Fisher.

Berdasarkan data petugas New York Blood Center, dua orang yang menjadi penyumbang darah terbesar di Amerika Serikat hingga tahun 2009 adalah Maurice Wood yang saat itu berusia 83 tahun dan Al Fisher.

Di tahun 2009, Wood dan Fisher tercatat sebagai pendonor darah terbesar yang telah menolong lebih dari 1.000 nyawa manusia di Amerika. Wood adalah seorang pensiunan inspektur kereta api dari St. Louis.

Di tahun 2010, James Harrison menjadi donatur darah selama 56 tahun. Darahnya yang tergolong jenis langka telah menyelamatkam dua juta lebih nyawa bayi. Karena kebaikannya, dia dijuluki 'manusia bertangan emas' atau 'manusia dalam dua juta orang'.

Harrison telah memberikan darah tiap beberapa minggu sekali sejak ia berusia 18 tahun, dan kini total sudah 948 sumbangan darahnya. Harrison memiliki antibodi dalam plasmanya, yang menghentikan kematian bayi akibat penyakit Rhesus, yaitu salah satu penyebab penyakit hemolitik pada bayi baru lahir dan merupakan suatu bentuk anemia yang parah. Darahnya telah mengarah pada pengembangan vaksin yang disebut Anti-D.

Selama 36 tahun menjadi pendonor, lebih dari 378,5 liter darah telah Harold Mendenhall sumbangkan. Di pusat darah 'One Blood' yang terletak di Northlake Boulevard, Lake Park, Mendenhall adalah bintang. Bulan lalu, kakek 84 tahun ini mencapai prestasi langka. Sejak tahun 1977, ia telah menyumbangkan lebih dari 100 galon atau 378,5 liter darah.

Mendenhall pertama kali mendonorkan darahnya pada 7 Juli 1977, yang bila disingkat menjadi 7/7/77. Tujuh baginya adalah angka keberuntungan. Di tahun itu juga istrinya didiagnosa menderita kanker payudara, yang mendasarinya untuk bisa menolong orang lain.

Pada 13 November 2012, Maurice Creswick telah menyumbangkan 186,5 liter darahnya. Pria 87 tahun ini tercatat secara resmi di Guinness Book of World Records sebagai pendonor darah rutin tertua di dunia.

Creswick mengatakan mulai menyumbangkan darah pada tahun 1944, tepat ketika usianya menginjak 18 tahun. Ia mengaku terdorong menjadi pendonor setelah menyaksikan kecelakaan kendaraan pada usia 12 tahun. Sejak saat itu, ia mulai rutin menyumbangkan darahnya untuk orang lain.

(mer/vta)

Berita Terkait