1. Al Fisher (lahir 1934)
|
Al Fisher (Foto: newsday)
|
"Saya terlalu miskin untuk bisa membantu dengan uang, jadi saya berikan saja darah saya untuk bisa membantu orang lain," ujar Fisher.
2. Maurice Wood (lahir 1926)
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Di tahun 2009, Wood dan Fisher tercatat sebagai pendonor darah terbesar yang telah menolong lebih dari 1.000 nyawa manusia di Amerika. Wood adalah seorang pensiunan inspektur kereta api dari St. Louis.
3. James Harrison (lahir 1936)
|
James Harrison (Foto: news.com.au)
|
Harrison telah memberikan darah tiap beberapa minggu sekali sejak ia berusia 18 tahun, dan kini total sudah 948 sumbangan darahnya. Harrison memiliki antibodi dalam plasmanya, yang menghentikan kematian bayi akibat penyakit Rhesus, yaitu salah satu penyebab penyakit hemolitik pada bayi baru lahir dan merupakan suatu bentuk anemia yang parah. Darahnya telah mengarah pada pengembangan vaksin yang disebut Anti-D.
4. Harold Mendenhall (84 tahun)
|
Harold Mendenhall (Foto: mypalmbeachpost)
|
Mendenhall pertama kali mendonorkan darahnya pada 7 Juli 1977, yang bila disingkat menjadi 7/7/77. Tujuh baginya adalah angka keberuntungan. Di tahun itu juga istrinya didiagnosa menderita kanker payudara, yang mendasarinya untuk bisa menolong orang lain.
5. Maurice Creswick (lahir 25 April 1926)
|
Maurice Creswick (Foto: looklocal)
|
Creswick mengatakan mulai menyumbangkan darah pada tahun 1944, tepat ketika usianya menginjak 18 tahun. Ia mengaku terdorong menjadi pendonor setelah menyaksikan kecelakaan kendaraan pada usia 12 tahun. Sejak saat itu, ia mulai rutin menyumbangkan darahnya untuk orang lain.
Halaman 2 dari 6











































