Jangan Panik, Begini Cara Mengatasi Mr P yang Bermasalah

Jangan Panik, Begini Cara Mengatasi Mr P yang Bermasalah

- detikHealth
Senin, 24 Jun 2013 14:00 WIB
Jangan Panik, Begini Cara Mengatasi Mr P yang Bermasalah
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta -

1. Nyeri Saat Pipis

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Salah satu kemungkinannya adalah iritasi, yang paling sederhana karena ada sabun masuk ke saluran kencing. Kemungkinan paling buruk adalah urethritis, yakni infeksi bakteri yang ditandai dengan keluarnya cairan bening maupun keputihan seperti susu.

Cara mengatasi:
Pipis bisa mengeluarkan zat yang menyebabkan iritasi. Namun jika rasa nyeri tidak hilang juga, atau punya riwayat melakukan seks bebas tanpa pelindung dalam 3 hari terakhir, kemungkinan penyebab infeksinya adalah jamur chlamydia atau bisa juga kencing nanah alias gonorrhea. Periksakan ke dokter agar diberi antibiotik.

2. Susah Ereksi

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Penyebab paling sederhana adalah kelelahan, atau bisa juga karena minum alkohol. Penyebab terburuknya adalah konsumsi antidepresan. Bisa juga, disfungsi ereksi menjadi tanda awal gangguan jantung.

Cara mengatasi:
Antidepresan dan obat hipertensi adalah penyebab yang paling umum. Konsultasikan pada dokter untuk mendapat penggantinya.

3. Selalu Ereksi

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Ereksi yang permanen adalah kasus langka, diperkirakan hanya terjadi pada 1 dari 67 ribu laki-laki. Kasus seperti ini bisa jadi merupakan priapism, yakni terjebaknya darah di sekitar penis. Bisa dipicu oleh penyakit sel bulan sabit, bisa juga karena obat anti disfungsi ereksi.

Cara mengatasi:
Segera bawa ke rumah sakit untuk meredakan ereksi yang menyiksa. Membiarkannya berlarut-larut bisa memicu kerusakan jaringan dan masalah disfungsi ereksi.

4. Ruam di Penis

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Penyebab paling sederhana adalah gesekan saat melakukan hubungan seks yang brutal. Bisa juga karena tidak cocok dengan sabun. Kemungkinan terburuk adalah penyakit kelamin, seperti sifilis atau raja singa yang juga ditandai dengan ruam di permukaan penis.

Cara mengatasinya:
Tergantung penyebabnya. Jika punya riwayat seks bebas tanpa pelindung, periksakan diri segera. Bila alergi terhadap sabun, pilih yang tidak banyak mengandung detergen.

5. Penis Berbintik

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Iritasi dari lingkungan bisa memicu bintik-bintik pada penis. Bisa juga karena rambut kemaluan tumbuh ke dalam. Namun jangan dianggap sepele, bisa juga penyebabnya adalah sifilis atau raja singa, herpes maupun reaksi dari obat-obat tertentu.

Cara mengatasi:
Jika bintik itu disertai nyeri selama 2 pekan dan pernah ada riwayat seks bebas tanpa pelindung, hubungi dokter untuk periksa. Jika karena rambut kemaluan tumbuh ke dalam, kompres dengan air hangat 2 kali sehari selama 30 detik.

6. Penis Berdarah

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Dalam beberapa kasus, cairan sperma yang mengandung bercak darah atau bercak lain berwarna seperti karat memang tidak berhubungan dengan penyakit apapun. Namun ada kemungkinan buruk, yakni infeksi pada testis atau yang terburuk adalah kanker.

Cara mengatasi:
Jika hanya cairan sperma yang mengandung bercak, tidak perlu khawatir. Tapi jika disertai nyeri ejakulasi dan keluar darah saat kencing, maka perlu diwaspadai risiko infeksi maupun kanker. Segeralah periksa.
Halaman 2 dari 7
Salah satu kemungkinannya adalah iritasi, yang paling sederhana karena ada sabun masuk ke saluran kencing. Kemungkinan paling buruk adalah urethritis, yakni infeksi bakteri yang ditandai dengan keluarnya cairan bening maupun keputihan seperti susu.

Cara mengatasi:
Pipis bisa mengeluarkan zat yang menyebabkan iritasi. Namun jika rasa nyeri tidak hilang juga, atau punya riwayat melakukan seks bebas tanpa pelindung dalam 3 hari terakhir, kemungkinan penyebab infeksinya adalah jamur chlamydia atau bisa juga kencing nanah alias gonorrhea. Periksakan ke dokter agar diberi antibiotik.

Penyebab paling sederhana adalah kelelahan, atau bisa juga karena minum alkohol. Penyebab terburuknya adalah konsumsi antidepresan. Bisa juga, disfungsi ereksi menjadi tanda awal gangguan jantung.

Cara mengatasi:
Antidepresan dan obat hipertensi adalah penyebab yang paling umum. Konsultasikan pada dokter untuk mendapat penggantinya.

Ereksi yang permanen adalah kasus langka, diperkirakan hanya terjadi pada 1 dari 67 ribu laki-laki. Kasus seperti ini bisa jadi merupakan priapism, yakni terjebaknya darah di sekitar penis. Bisa dipicu oleh penyakit sel bulan sabit, bisa juga karena obat anti disfungsi ereksi.

Cara mengatasi:
Segera bawa ke rumah sakit untuk meredakan ereksi yang menyiksa. Membiarkannya berlarut-larut bisa memicu kerusakan jaringan dan masalah disfungsi ereksi.

Penyebab paling sederhana adalah gesekan saat melakukan hubungan seks yang brutal. Bisa juga karena tidak cocok dengan sabun. Kemungkinan terburuk adalah penyakit kelamin, seperti sifilis atau raja singa yang juga ditandai dengan ruam di permukaan penis.

Cara mengatasinya:
Tergantung penyebabnya. Jika punya riwayat seks bebas tanpa pelindung, periksakan diri segera. Bila alergi terhadap sabun, pilih yang tidak banyak mengandung detergen.

Iritasi dari lingkungan bisa memicu bintik-bintik pada penis. Bisa juga karena rambut kemaluan tumbuh ke dalam. Namun jangan dianggap sepele, bisa juga penyebabnya adalah sifilis atau raja singa, herpes maupun reaksi dari obat-obat tertentu.

Cara mengatasi:
Jika bintik itu disertai nyeri selama 2 pekan dan pernah ada riwayat seks bebas tanpa pelindung, hubungi dokter untuk periksa. Jika karena rambut kemaluan tumbuh ke dalam, kompres dengan air hangat 2 kali sehari selama 30 detik.

Dalam beberapa kasus, cairan sperma yang mengandung bercak darah atau bercak lain berwarna seperti karat memang tidak berhubungan dengan penyakit apapun. Namun ada kemungkinan buruk, yakni infeksi pada testis atau yang terburuk adalah kanker.

Cara mengatasi:
Jika hanya cairan sperma yang mengandung bercak, tidak perlu khawatir. Tapi jika disertai nyeri ejakulasi dan keluar darah saat kencing, maka perlu diwaspadai risiko infeksi maupun kanker. Segeralah periksa.

(up/vit)

Berita Terkait