"Faktor utama jerawat adalah hormon androgen. Hormon ini muncul pada masa pubertas, yang dialami baru pada saat seseorang memulai masa remaja, yaitu di usia 14 tahun," ujar dr Gloria Novelita, SpKK, spesialis kulit dan kelamin, dalam acara Nexcare: 'Don't Cover Your Face!', yang diadakan di ANZ Tower, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Kamis (4/7/2013).
Sekitar 85 persen remaja pernah mengalami masalah jerawat, baik jerawat yang biasa saja, maupun jerawat yang kondisinya sangat parah. Bagaimana proses yang terjadi di dalam tubuh hingga remaja jadi rentan jerawat?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masa remaja merupakan saat di mana anak laki-laki dan perempuan mulai mencari jati diri dan memiliki segudang aktivitas seperti sekolah, ekstrakurikuler, bimbingan belajar, dan hobi. Maka remaja pasti lebih aktif berada di luar ruangan yang penuh debu dan kotoran.
"Apalagi kalau remaja ini tangannya kotor lalu suka memegang-megang wajah. Debu, bakteri, dan kotoran yang ada di tangannya akan berpindah, lalu menempel di kulit wajah," ungkap dr Gloria.
dr Gloria sangat menegaskan untuk para remaja menjaga kebersihan kulitnya, paling tidak menjaga untuk tidak menyentuh kulit wajah dengan tangan yang kotor. Ini langkah paling mudah.
Selain itu, dr Gloria yang kini praktik di Klinik BeYouTiful ini juga mengingatkan bahwa ada baiknya remaja belajar untuk mengontrol stres. Kondisi stres yang kerap dialami oleh remaja, seperti saat menjelang ujian akhir, permasalahan dengan lawan jenis, dan masalah lain, juga turut memicu timbulnya jerawat.
(vit/vit)










































