Jumat, 05 Jul 2013 16:00 WIB

RS Jantung Jakarta Akan Layani Pemegang Kartu Jakarta Sehat

- detikHealth
RS Jantung Jakarta (dok: Ajeng/detikHealth)
Jakarta - Kesehatan merupakan hak mutlak seluruh masyarakat, termasuk warga DKI Jakarta yang dianggap tidak mampu. Untuk memenuhi hak tersebut, Rumah Sakit Jantung Jakarta yang baru diresmikan hari ini akan berpartisipasi memberikan pelayanan pada pemegang Kartu Jaminan Sehat (KJS).

Rumah sakit swasta yang terletak di kawasan Matraman ini memiliki berbagai fasilitas canggih, antara lain Layanan Gawat Darurat dengan fasilitas 'Door to Baloon' kurang dari 90 menit, High Image Quality Radiology and MultiSlice, Hybrid Cardiac Cath Lab & BI Plane Cath Lab, Ruang ICU dan Poliklinik.

"Kami ingin turut serta memberikan pelayanan kesehatan yang memadai pada seluruh lapisan masyarakat. Meskipun baru dibuka dan diresmikan hari ini, kami akan turut serta menjadi rumah sakit yang melayani para pemegang KJS," tutur DR. dr. Fathema Djan, SpBTKV, spesialis bedah thoraks kardiovaskular, sekaligus Komisiaris Utama dalam acara peresmian RS Jantung Jakarta di Jl Matraman Raya, Jakarta, Jumat (5/7/2013).

Menurut DR Fathema, asalkan mengikuti prosedur yang ada, maka pemegang KJS bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit ini. Tidak hanya pada pasien dewasa, pasien anak-anak dengan KJS pun bisa mendapatkan perawatan. Sebab, fasilitas yang ada di RS Jantung Jakarta ini juga sangat memadai untuk pasien jantung anak.

"Perawatan yang diberi akan sama, tidak ada diskriminatif. Di rumah sakit ini ada ruang rawat inap dengan bed ekonomi sebanyak kurang lebih 15 kamar dewasa dan 16 kamar anak. Rencananya para pemegang KJS yang mendapat persetujuan untuk dirawat akan ditempatkan di bed ini," imbuh DR Fathema.

Selain rawat inap (in-patient ward), para pemegang KJS juga bisa mendapatkan pelayanan poliklinik (out-patient ward). Di poliklinik ini, dokter akan memberikan konsultasi pada setiap pasien minimal selama 15 menit. Dengan begitu, pasien diharapkan akan bisa mendapatkan informasi yang detail mengenai penyakit yang diderita dan tindakan perawatan yang tepat.

"Kami sangat ingin menjunjung tinggi hak dan kewajiban pasien dengan mengutamakan pelayanan yang terbaik," tegas DR Fathema.


(up/vit)