Selasa, 09 Jul 2013 10:30 WIB

Toilet Ini Dibuat Karena 15 Persen Pria Malas Cuci Tangan Setelah Pipis

- detikHealth
STAND (dok: daily mail)
Jakarta - Tidak seperti perempuan, laki-laki jarang memiliki ritual bersih-bersih setelah pipis atau buang air kecil. Padahal besar kemungkinan tangannya terkontaminasi karena laki-laki manapun tidak mungkin pipis tanpa memegangi kemaluannya.

Sebuah studi di Michigan State University mengungkap, 15 persen laki-laki tidak pernah mencuci tangan setelah memegangi kemaluan saat buang air kecil. Dibanding perempuan yang angkanya hanya 7 persen, laki-laki dalam hal ini bisa dibilang lebih jorok.

Dari yang mau cuci tangan, tidak semuanya benar-benar membersihkan tangannya dari kuman. Penelitian yang sama menunjukkan hanya 50 persen laki-laki yang menggunakan sabun saat cuci tangan, sedangkan sisanya hanya membasahi tangannya dengan air mengalir.

Prihatin dengan kondisi ini, seorang desainer dari Latvia merancang toilet khusus untuk laki-laki agar lebih peduli dengan perilaku hidup bersih. Toilet laki-laki atau urinoir yang memiliki fasilitas cuci tangan semacam wastafel ini dinamakan STAND.

Inovasi ini tentu mendorong para lelaki untuk lebih peduli pada kebersihan sebab cuci tangan bisa langsung dilakukan segera setelah pipis. Hanya saja, beberapa kalangan meragukan apakah cuci tangan dilakukan di tempat yang sama dengan tempat pipis bisa benar-benar bersih dari kuman.

Meski demikian, Kaspars Jursons sang desainer berdalih toilet khusus ini tetap akan bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran para laki-laki akan pentingnya cuci tangan. Meski mungkin kurang higienis, cuci tangan di tempat pipis dianggap lebih baik daripada tidak cuci tangan sama sekali.

"Jika sebelumnya Anda tidak pernah punya kebiasaan cuci tangan setelah pipis, Anda pasti akan diingatkan sekarang, saat berhadapan dengan toilet yang ada fasilitas cuci tangannya," kata Jursons seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (9/7/2013).


(up/vta)