Untuk orang normal, dorongan untuk buang air kecil lebih dari dua kali dalam satu jam sudah bisa dikategorikan beser. Namun, kerangka waktu harus disesuaikan tergantung situasi. Misalnya, jika Anda minum banyak air, maka jelas dapat menyebabkan sering buang air kecil. Tapi jika asupan air Anda normal, maka beser harus diwaspadai sebagai gejala penyakit.
Berikut beberapa penyakit yang harus diwaspadai bila Anda sering beser, seperti dilansir Boldsky, Jumat (12/7/2013):
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sering buang air kecil merupakan salah satu gejala yang paling umum dari diabetes melitus. Ketika ada terlalu banyak glukosa dalam darah, ginjal harus mempercepat fungsinya untuk menyingkirkan zat tersebut. Itulah mengapa Anda bisa buang air kecil sampai 20 kali dalam sehari.
2. Stres
Stres dan ketakutan bisa membuat Anda merasa seperti ingin kencing. Hal ini bisa terjadi ketika Anda berada di ruang ujian. Ketika Anda cemas, sistem saraf pusat memicu dorongan untuk meringankan kandung kemih.
3. Terlalu banyak konsumsi alkohol
Minum terlalu banyak alkohol, terutama bir dapat membuat Anda sering buang air kecil. Alkohol mengganggu pelepasan ADH yang membantu menekan keinginan untuk buang air kecil. Tentu, Anda memiliki kontrol kandung kemih yang lemah ketika mabuk.
4. Hiperaktivitas kelenjar tiroid
Ketidakseimbangan hormon yang disebabkan oleh hiperaktivitas kelenjar tiroid dapat membuat Anda ingin buang air kecil sepanjang waktu.
5. Infeksi saluran kencing
Bila mengalami infeksi saluran kencing, Anda akan merasakan dorongan untuk buang air kecil lebih sering. Kandung kemih sebenarnya tidak penuh dan saat Anda berusaha kencing, hanya beberapa tetes urine yang keluar.
6. Gangguan ginjal
Ginjal berfungsi menyaring darah dalam tubuh dan memisahkan urine. Kadang-kadang, infeksi di ginjal atau gangguan lain dapat membuat Anda ingin buang air kecil terlalu sering.
7. Tingginya kadar kalsium
Tingginya kadar kalsium dalam tubuh dikaitkan dengan sering buang air kecil. Ekstra kalsium dalam tubuh akan turun ke sekitar kandung kemih dan mengurangi kapasitas penyimpanannya. Hal ini menyebabkan peningkatan dorongan untuk buang air kecil.
8. Stroke saraf
Kadang-kadang, stroke saraf dapat membuat kontrol kandung kemih lemah. Kadang-kadang, setelah mengalami stroke otak, Anda tidak memiliki kontrol atas kandung kemih. Hal ini karena saraf yang mengarah ke kandung kemih mengalami kerusakan.
(mer/vit)










































